Jakarta,- Aksi demonstrasi bertajuk “No Kings” di New York City menarik perhatian luas setelah diikuti sejumlah tokoh ternama. Aktor Robert De Niro turut turun ke jalan bersama Jaksa Agung Letitia James dan aktivis Al Sharpton.
Aksi yang berlangsung di sepanjang 7th Avenue ini langsung menjadi sorotan, baik di lokasi maupun di media sosial. Berbagai video dan foto dari demonstrasi tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform.
Dalam aksi tersebut, Robert De Niro bahkan naik ke podium untuk menyampaikan orasinya. Ia membuka pidatonya dengan seruan penolakan terhadap kepemimpinan Donald Trump yang dianggap otoriter.
“Sudah saatnya mengatakan tidak pada raja. Sudah saatnya mengatakan tidak kepada Donald Trump. Kita sudah cukup,” ujarnya, dikutip Minggu 29 Maret 2026.
Ia juga menyinggung berbagai isu, mulai dari perang, kondisi ekonomi, hingga kebijakan publik. De Niro menilai kepemimpinan yang ada saat ini dinilai merugikan masyarakat, termasuk dalam hal biaya hidup serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
Selain itu, ia juga menyoroti peran pemerintah dan pihak terkait yang dinilai turut memungkinkan situasi tersebut terjadi. Ia menegaskan bahwa kondisi ini harus dihentikan.
Para pendukung aksi menyebut demonstrasi ini sebagai bentuk upaya menjaga nilai-nilai demokrasi. Mereka menilai aksi ini sebagai respons terhadap meningkatnya retorika politik yang dianggap mengarah pada otoritarianisme di Amerika Serikat.
Kehadiran Letitia James dan Al Sharpton juga memperkuat pesan aksi tersebut. Keduanya dianggap mewakili dukungan dari sisi hukum dan gerakan hak sipil terhadap isu yang diangkat.
Dengan keterlibatan figur publik, pejabat hukum, dan aktivis dalam satu momen, aksi “No Kings” kini menjadi perbincangan global. Fenomena ini menunjukkan bagaimana isu politik di Amerika Serikat turut mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional.
Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara Eropa. Sekitar 20.000 orang turun ke jalan di kota-kota seperti Amsterdam, Madrid, dan Roma sebagai bentuk solidaritas.
Sementara itu di Paris, ratusan orang berkumpul di kawasan Bastille bersama serikat buruh dan organisasi hak asasi manusia. Aksi ini semakin menegaskan bahwa gelombang protes telah meluas melampaui Amerika Serikat.

