Belawan – Ukhuwah Badan Kesejahteraan Mesjid Medan Utara (UBKMU) mengelar acara Festival Budaya Islam Beduk Gema Takbir Idul Adha Dibuka oleh Walikota Medan ditandai dengan pemukulan beduk berirama beduk takbiran.
Kegiatan penuh makna yang disponsori Pelindo Regional 1 Belawan, Pemuda Pancasila dan Belawan Coffee ini bertujuan dalam rangka menyambut hadirnya Hari Raya Idul Adha 1447 H sekaligus guna mengubah stigma kawasan Belawan sebagai wilayah “keras” dan rawan kejahatan.
Namun, di tengah citra negatif yang sudah lama melekat, sekelompok masyarakat mencoba menghadirkan wajah lain Medan Utara. Mereka ingin menunjukkan bahwa Belawan bukan hanya tentang kriminalitas, tetapi juga tentang budaya, religiusitas dan semangat kebersamaan masyarakat pesisir.
Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat ini diapresiasi dan didukung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Dalam sambutannya Rico Waas menyampaikan melalui Festival Budaya Islam yang digagas Ukhuwah Badan Kemakmuran Masjid (UBKM) Medan Utara, Rico berharap muncul ruang sosial baru yang lebih guyub dan harmonis bagi warga.
Lebih lanjut disampaikan, perubahan citra suatu kawasan tidak cukup dilakukan lewat pembangunan fisik semata Jalan, jembatan, atau infrastruktur, belum cukup menghapus persepsi negatif jika ruang sosial masyarakat tidak ikut dibangun.
Karena itu, kegiatan festival budaya Islam bedug bergema ini sebagai cara lain untuk menghidupkan identitas baru Medan Utara. Terlebih, kegiatan tersebut lahir langsung dari masyarakat setempat.
Koderal 1 Belawan,
mengapresiasi acara festival budaya Islam Beduk Gema takbir ini ada 3 hal manfaat terlaksananya acara ini yakni menunjukan identitas Islam dan menjadi syiar Islam, menjaga tradisi agar anak cucu kita tetap mengenal budaya Islam, memperkuat ukhuwah Islam khususnya di wilayah kota Medan.
Sementara itu, Dewan penasehat UBKMU Datok H.Irfan Hamidi didampingi Ketua Panitia Festival Budaya Islam Johan Arifin, SH mengatakan, kegiatan penuh makna ini lebih dari sekadar seremoni tahunan.
Menurutnya, festival budaya Islam bedug bergema Idul Adha ini merupakan gerakan sosial untuk merangkul generasi muda agar memiliki ruang kreativitas positif.
Sebagaimana diketahui, kawasan Belawan selama ini lebih sering dikenal lewat berita kriminalitas, tawuran, hingga konflik sosial yang berulang. Kawasan pesisir di utara Kota Medan itu pun kerap dilekatkan dengan stigma sebagai wilayah “keras” dan rawan kejahatan.
Namun, di tengah citra negatif yang sudah lama melekat, sekelompok masyarakat mencoba menghadirkan wajah lain Medan Utara. Mereka ingin menunjukkan bahwa Belawan bukan hanya tentang kriminalitas, tetapi juga tentang budaya, religiusitas dan semangat kebersamaan masyarakat pesisir.
“Kami ingin membangun citra positif Medan Utara. Melalui Festival Budaya Islam, kami menghadirkan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkarya dan menunjukkan sisi religius kawasan kami,” ujarnya.
Adapun lokasi Festival Budaya Islam Bedug Bergema terlaksana di Jalan Stasiun Lapangan PJKA Belawan diikuti oleh 9 grub peserta tak hanya dari kawasan Medan Utara melainkan ada dari Sicanang Kabupaten Langkat, Kota Medan dan dari Kabupaten Deli Serdang.
Ketua Panitia Johan Arifin SH menambahkan, para peserta diwajibkan mengenakan busana tradisional Melayu sebagai simbol penguatan identitas budaya lokal.
Setelah itu, rangkaian kegiatan berlanjut pada 14-16 Juni 2026 dengan Pawai Budaya Muslim, lomba kasidah, hingga Pawai Obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Panitia juga berencana menghadirkan Das’ad Latif untuk memberi tausiyah kepada masyarakat.
Bagi warga Medan Utara, festival semacam ini bukan hanya soal hiburan. Ada harapan besar agar anak-anak muda memiliki alternatif kegiatan selain berkumpul di lingkungan yang rawan konflik sosial.
Turut berhadir dalam acara tersebut, Walikota Medan Rico Waas,
Dewan Penasehat UBKMU Datok H.Irfan Hamidi, Dewan Pembina UBKMU H.M.Yusuf Ghopur, S.Pdi, Ketua Panitia Johan Arifin SH, Dan Koderal 1 Laksma Deni Setyana, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef SH MH, Kapolsekta Belawan AKP.Ponijo, wakil Ketua DPRD Kota Medan H.Hadi Suhendra, Camat Belawan Roby Kurniawan, Camat Marelan,
Para peserta festival beduk berjumlah 9 grub dari daerah Kota Medan, Langkat dan Deli Serdang, tokoh ulama dan tokoh masyarakat diantaranya Formabem, LPM Belawan, Karang Taruna,Majelis Taklim serta para insan Pers.
Pembacaan doa oleh Ketua MUI Medan Labuhan Ustad H.Ahmad Fahruni,
Sedangkan para dewan hakim/juri yakni : Ustad H.Fahroni, Drs.H.Fadhlan Zainuddin.
Kegiatan pembukaan acara sukses berjalan aman lancar dan tertib ,kegiatan festival bedug bergema berlanjut esok hari pada Rabu (27/05/2026) hingga selesai.(Gs/Blw).

