Gresik ,-Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan produksi Minyakita berjalan lancar di Gresik. Harga juga dijaga sesuai harga eceran tertinggi.
Pengawasan dilakukan di PT Wilmar Nabati Indonesia. Pemerintah turun langsung memastikan distribusi berjalan baik.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto menyampaikan hal tersebut. Monitoring dilakukan bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan.
“Hari ini kami memastikan tidak ada gangguan produksi Minyakita. Semua berjalan sesuai rencana,” ucapnya saat meninjau PT Wilmar Tbk di Gresik, Kamis 16 April 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan produksi dalam kondisi cukup. Harga juga sesuai ketentuan pemerintah.
Distribusi ke tingkat D1 dan D2 berjalan lancar. Hal ini menjadi bagian komitmen pelaku usaha dan pemerintah.
“Produksi cukup, harga sesuai aturan, distribusi lancar. Ini hasil kolaborasi bersama,” ujarnya.
Pemerintah menekankan pengawasan harga di tingkat konsumen. Harga tidak boleh melebihi HET.
Jika terjadi lonjakan harga, intervensi akan dilakukan. Langkahnya melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah.
“Kita tidak ingin harga melebihi HET. Jika tidak stabil, kita lakukan intervensi,” ucapnya.
Produsen juga diminta mengawasi rantai distribusi dengan mewajibkan distributor mematuhi ketentuan harga. “Ini bagian dari stabilitas pangan,” katanya.
Sinergi pemerintah dan pelaku usaha dinilai kunci stabilitas. Kolaborasi ini menjaga pasokan dan harga.
Distribusi Minyakita oleh PT Wilmar telah melebihi 35 persen. Penyaluran melalui BULOG terus berjalan.
Andriko mengapresiasi komitmen pelaku usaha. Produksi dan distribusi dinilai berjalan sesuai regulasi.
“Ini bentuk kolaborasi menjaga stabilitas pangan. Kami apresiasi komitmen pelaku usaha,” katanya.
Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes Nainggolan menyatakan dukungan penuh. Perusahaan siap mematuhi kebijakan pemerintah.
“Kami berkomitmen menjaga distribusi dan harga tetap stabil. Kami siap mendukung kebijakan pemerintah,” ucap Ridwan.
Penguatan pengawasan dilakukan di titik distribusi strategis. Langkah ini menjaga pasokan tetap aman.
Pemerintah memastikan Minyakita tetap terjangkau masyarakat. Stabilitas harga menjadi prioritas utama.

