By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Aplikasi Cognitive Dinilai Mampu Ukur Kinerja Otak
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
TEKNOLOGI

Aplikasi Cognitive Dinilai Mampu Ukur Kinerja Otak

Editor
Editor Published October 23, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Dosen Fakultas Psikologi UGM, Sri Kusrohmaniah, mengungkapkan Cognitive Science (ilmu kognitif) memiliki peran besar dalam era Artificial Intelligence (AI). Dengan menggunakan alat EEG dan MRI, AI dapat dikembangkan untuk mengukur kinerja otak. 

Ia menjelaskan, dengan kedua alat tersebut bekerja secara efisien dalam memahami cara kerja otak manusia. Sehingga berdampak baik dalam pekerjaan di masa depan, banyak pekerjaan manual dapat diambil alih oleh mesin atau robot.

“Ketika kita memahami bagaimana otak bekerja saat manusia merasa sedih, bahagia. Atau sedang membuat keputusan, kita dapat menciptakan mesin yang bisa mereplikasi proses tersebut,” ujarnya, Selasa (22/10/24).

Meskipun demikian, ia menggaris bawahi bahwa manusia tetap akan dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini dikarenakan manusia memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan berpikir kritis yang tidak tergantikan.

Cognitive science membantu pimpinan mengenali penurunan kinerja pada karyawan, dan memberikan treatment yang lebih tepat berdasarkan temuan-temuan neuroscience. Aplikasi Cognitive Science dalam dunia kerja adalah membantu pimpinan dalam memahami proses berpikir karyawan yang kreatif dan produktif. 

Dalam konteks pengembangan SDM, Cognitive Science membantu menciptakan tenaga kerja yang lebih tangguh, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang otak manusia, kita bisa mengembangkan SDM yang lebih siap menghadapi tantangan.

You Might Also Like

Roblox dan YouTube Belum Taati Aturan Perundang Undangan

Sebaran Hoaks dan Manipulasi AI Ganggu Stabilitas Negara

TikTok dan Roblox Belum Taat Aturan

Teliti Kutub Selatan Bulan, NASA Tunjuk 10 Ilmuwan

Ada Apa ?, Rusia Hapus YouTube dan WhatsApp

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor October 23, 2024 October 23, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article 4.730 Warga Terlibat Judi Online, Terbanyak di Kamboja
Next Article BI: September, Uang Beredar Meningkat Jadi Rp9.044 Triliun
1 Comment
  • xnxx porn says:
    November 28, 2024 at 11:49 pm

    Thankls ffor the goiod writeup. It iin reality usedd to be a enjoyment account it.

    Glance complicated to more introduced agreeable ftom you!
    However, howw culd wee kkeep up a correspondence?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Tersangka Begal Sadis Akhirnya Ditangkap
HOME KRIMINAL Medan
Kapolresta Deli Serdang Pimpin Sertijab Kasat Tahti, Kapolsek Biru-Biru dan Kaposek Pantai Labu.
HOME KRIMINAL
Ini Faktor Utama Munchen Singkirkan Madrid di Allianz Arena
OLAHRAGA
Seminar Nasional Universitas Audi Indonesia Bahas Penguatan SDM Menuju Kolaborasi Global
PENDIDIKAN
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?