Jakarta ,-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong modernisasi sistem pengamanan perlintasan kereta berbasis kecerdasan buatan/artifisial (AI) dan sensor otomatis. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan pada perlintasan sebidang di berbagai daerah Indonesia saat ini.
Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana mengatakan, sistem kelistrikan sangat penting mendukung keselamatan operasional perjalanan kereta api nasional. Menurutnya, sistem persinyalan kereta harus didukung pasokan listrik stabil melalui penggunaan Uninterruptible Power Supply atau UPS.
Selain itu, sistem palang pintu dan sirine perlintasan harus dipastikan tetap berfungsi meskipun terjadi gangguan kelistrikan mendadak. Pada sistem Kereta Rel Listrik, pemeriksaan kabel listrik aliran atas menjadi faktor penting menjaga keselamatan operasional perjalanan.
Untuk memperkuat keselamatan, BRIN mendorong penggunaan teknologi kecerdasan artifisial dan sensor tambahan di perlintasan kereta nasional. Sensor seperti axle counter maupun LIDAR dinilai mampu memperkuat sistem pengamanan otomatis pada kawasan perlintasan sebidang nasional.
“Modernisasi atau otomatisasi penuh sistem pengaman perlintasan sebidang adalah suatu keharusan untuk mengurangi insiden. Inovasi persinyalan berbasis kecerdasan artifisial dibutuhkan agar sistem pengamanan perlintasan dapat bekerja otomatis sepenuhnya,” ujar Eka dirangkum dalam laman, brin.go.id, Sabtu, 16 Mei 2026.
BRIN juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kendaraan mogok akibat gelombang elektromagnetik dari kereta api saat melintas. Berdasarkan penelitian BRIN, medan magnet sekitar rel kereta masih berada dalam batas aman bagi kendaraan maupun manusia.
“Nilai tersebut tidak jauh berbeda dengan medan magnet bumi yang setiap hari dihadapi manusia tanpa masalah. Kendaraan tidak akan terganggu selama telah memenuhi standar uji imunitas radiasi medan elektromagnetik internasional resmi,” kata Eka.
Sementara itu, Perekayasa Ahli Madya BRIN, Ade Sholeh Hidayat memperkenalkan inovasi Rubber Crossing Plate berbahan dasar karet. Teknologi tersebut dirancang menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal pada perlintasan kereta api nasional.
Menurut Ade, pelat Rubber Crossing Plate memiliki permukaan rata, elastis, dan anti-slip sehingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan raya.
“Material tersebut juga mampu meredam getaran tinggi serta tahan terhadap cuaca ekstrem dan beban kendaraan berat,” ucapnya.

