By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Alasan Aksara Batak Tak Masuk Sejarah Indonesia II
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Alasan Aksara Batak Tak Masuk Sejarah Indonesia II

berita
berita Published July 27, 2025
Share
SHARE

Depok,- Editor Jilid Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Ninie Susanti membeberkan, alasan sejarah aksara Batak tidak masuk dalam bab dua buku Sejarah Indonesia terbaru. Menurutnya, hal itu lantaran memiliki kesamaan dengan Aksara Ulu yang berada di Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung. 

Ia mengatakan, dalam proses penulisan ulang sejarah Indonesia pada bab dua, para sejarawan telah melakukan riset mendalam terutama pada aksara Batak. Balai Arkeologi Sumatra Utara, khususnya, telah melakukan berbagai macam penelitian pada prasasti di daerah Sidikalang, Medan. 

“Kami menemukan tujuh prasasti berbahasa dan beraksara Batak. Di sana para sejarawan menemukan dan menyebutnya sebagai aksara Batak tertua dari abad ke-16,” kata Ninie dalam ‘Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia’, Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025).

Dalam pemaparannya, pada bab dua, sejarah Indonesia akan berfokus kepada peradaban hingga persilangan budaya antara Hindu-Budha. Selain itu juga  penampilkan peranan aksara dalam konsep kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara (Indonesia). 

Ia mengatakan, pemaparan pada konsep aksara Batak akan dibahas secara mendalam pada bab ketiga. “Karena perkembangan aksara ini dari Palawa yang kemudian menjadi aksara kuno hingga menjadi Aksara Ulu, Rejang, dan Batak,” katanya, menjelaskan.

Ia berharap, pada bab ketiga, pembahasan tentang aksara di Nusantara akan lebih rinci dan terstruktur. Sehingga, masyarakat Indonesia akan lebih memahami asal-usul aksara Nusantara tercipta. 

You Might Also Like

Team Dakwah & Khatib Hijrah Sumut Eksis Berdakwa Gratis

Operasi Tim SAR KM Virgo Hari ke-22, 190 Orang Ditemukan dan 53 Masih Hilang

Buku Nikah Anda Rusak Atau Hilang, Begini Cara Usunya, GRATIS !

Keluarga Korban KM Virgo Diminta Tak Terus Menunggu di Pelabuhan

DVI Identifikasi 12 Korban KM Virgo, Total 63 Jenazah Sudah Dikenali

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita July 27, 2025 July 27, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bangun Kota Medan, Zakiyuddin Harahap Ajak Alumni FE UMA Ambil Peran Strategis
Next Article Pemerintah Fasilitasi UMKM Danau Toba Jadi Usaha Formal
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Wali Kota Medan Dukung Penuh Gelaran TennisFest Medan 2026
Medan
Rico Waas Dukung Penuh Kampung Nelayan Merah Putih, Masa Depan Nelayan Medan Jadi Perhatian
Medan
Wali Kota Medan Ajak Garda Pemuda NasDem Boyong Aksi Nyata untuk Masyarakat
Medan
Gubernur Sumut Bobby Nasution Sambut Kapolda Sonny Irawan, Siap Perkuat Kolaborasi
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?