Johanesburgh,-Afrika Selatan siap kembali tampil di Piala Dunia 2026 setelah absen selama 16 tahun. Kenangan pahit pada edisi 2010 menjadi motivasi bagi tim untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaik.
Pada Piala Dunia 2010 yang digelar di kandang sendiri, Afrika Selatan gagal melaju ke babak berikutnya akibat kalah selisih gol. Sejak saat itu, mereka harus menunggu lama untuk kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia.
Kini, keikutsertaan mereka tidak sekadar untuk meramaikan kompetisi. Afrika Selatan menargetkan lolos dari fase grup, meski menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Meksiko, Korea Selatan, dan Republik Ceko.
Secara historis, perjalanan Afrika Selatan di Piala Dunia masih belum memuaskan. Sejak debut pada edisi 1998 di Prancis, mereka belum pernah lolos dari fase grup.
Sementara itu, di level kontinental, Afrika Selatan memiliki catatan yang lebih baik di ajang Piala Afrika (AFCON). Sejak debut pada 1996, mereka pernah mencapai final pada 1998 dan finis di posisi ketiga pada 2000.
Sejumlah pemain ternama seperti Shaun Bartlett dan Benni McCarthy pernah menjadi andalan tim. Namun, mereka belum mampu membawa Afrika Selatan berbicara banyak di Piala Dunia.
Kebangkitan Afrika Selatan mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka finis di peringkat ketiga AFCON 2023 dan memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, tidak lepas dari peran pelatih Hugo Broos.
Di level klub, perkembangan sepak bola Afrika Selatan juga menunjukkan tren positif. Wakil mereka berhasil menembus final Liga Champions CAF 2025, menandakan peningkatan kualitas kompetisi domestik.
Dengan kombinasi pengalaman dan semangat baru, Afrika Selatan kini bertekad mencatat sejarah. Dengan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

