By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Puncak Gerhana Bulan di Bali Terjadi 8 September
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Puncak Gerhana Bulan di Bali Terjadi 8 September

berita
berita Published September 7, 2025
Share
SHARE

Denpasar,- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Denpasar memprediksi puncak gerhana bulan total terjadi pada Senin (8/9/2025). “Gerhana diperkirakan terjadi mulai Minggu 7 September pukul 23.26 WITA,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Denpasar Rully Oktavia Hermawan di Denpasar, Bali, Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, fenomena alam itu diperkirakan berlangsung hingga berakhir pada Senin, 8 September 2025 pukul 04.56 WITA. Adapun durasinya diperkirakan sejak gerhana mulai hingga berakhir mencapai lima jam 29 menit dan 48 detik.

Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar dalam satu garis lurus yang membuat bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi. Saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah.

Adapun warna merah pada bulan disebabkan oleh hamburan gelombang Rayleigh di atmosfer bumi. Dengan demikian, cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi akan terhambur.

Sehingga, cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak. Sedangkan, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan bulan, sehingga bulan tampak merah.

Berdasarkan catatan BMKG, gerhana bulan total itu merupakan yang kedua pada 2025. Ini setelah sebelumnya juga terjadi pada 14 Maret dengan fase akhir dapat diamati dari sedikit wilayah di Indonesia bagian timur.

BMKG memperkirakan gerhana bulan yang berasosiasi dengan gerhana bulan total itu terjadi lagi pada puluhan tahun mendatang. Tepatnya, pada 19 September 2043.

You Might Also Like

Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar

Ini Capaian dan Target Ambisius Pemko Medan

Rico Waas Sampaikan LKPJ 2025, IPM dan Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

Syaiful Ramadhan Sebut Program UHC Solusi Dalam Mempermudah Warga Mengakses Pelayanan Kesehatan

Polres Simalungun Gercep Grebek Komplotan Narkoba, 5 Pelaku Diringkus!

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita September 7, 2025 September 7, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Menang Besar, Gattuso Sebut Kualitas Saja Tak Cukup untuk Italia
Next Article Libur Maulid, KAI Layani 382 Ribu Penumpang
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
EKONOMI
Terik Berbahaya! Indeks UV di Medan Capai Level Ekstrem, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas Siang Hari
Medan
Begini Amalan Ahli Syurga !!
HOME PENDIDIKAN
Tragis! Mahasiswi Asal Tanjung Morawa Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan
KRIMINAL
- Advertisement -
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?