By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Fenomena Udara Panas di Indonesia Bukan ‘Fenomena Heatwave’
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Fenomena Udara Panas di Indonesia Bukan ‘Fenomena Heatwave’

Editor
Editor Published May 4, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- BMKG memastikan bahwa fenomena udara panas yang melanda Indonesia beberapa hari terakhir bukan merupakan fenomena heatwave atau gelombang panas. Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan, suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia disebabkan karena fenomena tahunan, yakni siklus gerak semu Matahari.

“Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave. Karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” kata Guswanto, Jumat (3/5/2024).

Ia menjelaskan berdasarkan data rekapitulasi meteorologi BMKG selama 24 jam terakhir suhu di Indonesia cukup meningkat. Yaitu di kisaran lima derajat, di atas suhu rata-rata maksimum harian dan sudah bertahan sekitar lebih dari lima hari.

Berdasarkan pengamatan peningkatan suhu tersebut melanda mulai dari Jayapura, Papua (35,6 celcius), Surabaya, Jawa Timur (35,4 celcius). Begitu juga Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 celcius), Pekanbaru-Melawi, Kalimantan Barat-Sabang, Aceh, dan DKI Jakarta (34,4 celcius).

Menurutnya, peningkatan suhu tersebut tidak sama dengan yang dialami sejumlah negara Asia lainnya seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal, dan Cina. Diketahui beberapa negara tersebut mencapai titik maksimal sebesar 41,9 celcius hingga 44,6 celcius.

You Might Also Like

Safari Ramadan 1447 H, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Sergai Jaga Kebersamaan dan Kerukunan

Pemerintah Targetkan Nol Pengungsi Bencana Sumatra pada Hari Raya

Seluruh Korban Longsor TPST Bantargebang Berhasil Ditemukan

Kapolri Minta Antisipasi Puncak Mudik 14-15 dan 18-19 Maret

KKJ Kepri Terbentuk: Wadah Perlindungan Jurnalis

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor May 4, 2024 May 4, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Impor Daging Lembu dan Sapi untuk Konsumsi Reguler Masih Rendah
Next Article Dipulangkan ke Indonesia, WNI Pekerja Online Scamer Malah Kabur
1 Comment
  • Zoet says:
    June 29, 2024 at 8:36 pm

    Very insightful piece! Its always great to see well-researched articles like this. Lets discuss further. Check out my profile!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Jelang Lebaran, Jumlah Pengungsi Dipastikan Turun Drastis
Medan
Safari Ramadan 1447 H, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Sergai Jaga Kebersamaan dan Kerukunan
NASIONAL
Pemburu Takjil Dihadapkan Kemacetan di pasar 5 Marelan
EKONOMI HOME Medan
Warga Pelangan Resah, Air PDAM Tirtanadi Mati Seharian
HOME Medan
- Advertisement -
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?