Jakarta ,- Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi menyampaikan bahwa komposisi penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh laki-laki. Jumlah penduduk laki-laki tercatat mencapai 145.498.092 jiwa dari total 288.315.089 jiwa penduduk Indonesia.
Sementara itu, jumlah penduduk perempuan diketahui sebanyak 142.816.997. Secara total jumlah penduduk Indonesia di semester II 2025 meningkat 1.621.396 jiwa dibandingkan semester I 2025.
“Rasio ini menunjukkan sedikit kelebihan jumlah laki-laki, namun masih dalam batas normal secara demografi. Pemerintah biasanya memperhatikan rasio ini untuk perencanaan jangka panjang, misalnya dalam bidang kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial,” katanya kepada wartawan usai menghadiri acara Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis malam, 12 Maret 2026.
Dalam hal sebaran penduduk, saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sebesar 55,55 persen, disusul Sumatra 21,88 persen. Sementara wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki proporsi lebih kecil.
Adapun, tiga provinsi dengan populasi terbesar adalah Jawa Barat (52,2 juta jiwa) danJawa Timur (42,2 juta jiwa). Disusul dengan Jawa Tengah (38,6 juta jiwa).
Sebaliknya, wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit berada di wilayah timur. Yakni Papua Barat (588 ribu jiwa), Papua Selatan (588 ribu jiwa), dan Papua Barat Daya (632 ribu jiwa).
“Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor kembali mengukuhkan posisinya sebagai wilayah terpadat. Yaitu dengan populasi hampir menyentuh angka 6 juta jiwa,” ucapnya.
Menurutnya, angka ini jauh melampaui Kabupaten Bandung (3,9 juta jiwa) dan Kabupaten Tangerang (3,5 juta jiwa). Data ini menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pelayanan publik di berbagai daerah.
Sementara itu, mobilitas penduduk di Kota Jambi hingga semester kedua tahun 2025 tercatat berlangsung dalam kondisi stabil. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Dukcapil Kota Jambi, Nirwan.
Ia menjelaskan bahwa dinamika tersebut merupakan indikator mobilitas alami di kawasan perkotaan. Khususnya yang memiliki daya tarik ekonomi dan sosial cukup tinggi di wilayah tengah Pulau Sumatra.
“Penduduk yang datang umumnya mahasiswa dan pencari kerja yang memilih Kota Jambi karena ketersediaan fasilitas pendidikan, dan ekonomi. Sementara mereka yang pindah domisili sebagian besar karena faktor pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke daerah lain,” katanya.

