By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Menakar Ulang Arah Bangsa, Diskusi Publik Reset Indonesia di Medan Hadirkan Langsung Dandhy Laksono
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Medan

Menakar Ulang Arah Bangsa, Diskusi Publik Reset Indonesia di Medan Hadirkan Langsung Dandhy Laksono

berita
berita Published February 3, 2026
Share
SHARE

Medan,- Di tengah dinamika sosial dan politik yang sedang menghangat, Indata Komunika Cemerlang akan menyelenggarakan acara bedah buku bertajuk “Menguji Reset Indonesia” karya Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu. Acara ini bertujuan untuk membedah gagasan kritis mengenai transformasi besar yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan.

Acara yang akan diselenggarakan pada Kamis 5 Februari 2026 di Serayu Café and Space ini akan menghadirkan Dandhy Laksono dan Benaya Harobu sendiri sebagai narasumber utama. Selain itu, hadir juga Ibnu Avena Matondang yang merupakan akademisi sebagai pembanding nantinya.

Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang, Fika Rahma menyampaikan bahwa buku ini merupakan refleksi mendalam atas kondisi bangsa. “Kita tidak bisa terus berjalan dengan pola lama. Reset Indonesia adalah tawaran untuk memulai kembali dengan fondasi yang lebih kokoh,” tuturnya, Selasa (03/02/2026).

Beberapa poin utama yang akan dibahas dalam acara ini antara lain analisis kritis yaitu mengevaluasi kebijakan publik yang selama ini berjalan. Kemudian visi baru yaitu menawarkan strategi reset di sektor ekonomi, pendidikan, dan hukum. Selain itu juga akan dilaksanakan dialog terbuka yang memberikan ruang bagi audiens untuk berinteraksi langsung dengan pemikir-pemikir kritis.

Acara ini terbuka untuk umum dengan melakukan pendaftaran dengan membeli tiket yang nantinya akan ditukarkan dengan buku Reset Indonesia dan snack.

“Dengan membeli tiket, peserta sudah mendapatkan langsung buku Reset Indonesia dan snack dalam acara. Melalui diskusi ini, diharapkan lahir diskursus yang konstruktif demi kemajuan Indonesia yang lebih baik,” papar Fika Rahma.

Fika Rahma mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan Green Justice Indonesia “Jadi kita tidak hanya diskusi tentang buku Reset Indonesia, melainkan ada pameran foto bencana dan talkshow bertema Suara Anak Muda dan Krisis Iklim oleh kawan-kawan dari Green Justice Indonesia,” ungkapnya.

Talkshow ini nantinya akan membahas tentang suara anak muda dan krisis iklim, bahwa di penghujung 2025, terjadi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Korban jiwa lebih dari seribu orang dan seratusan masih hilang. Ribuan desa terdampak dan puluhan yang lenyap.

Kerugian harta benda tak terkira. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda, tetapi juga memperlihatkan kerentanan wilayah terhadap krisis iklim.

Degradasi lingkungan, serta lemahnya kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis komunitas. Bencana-bencana tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sedang dan akan terus dihadapi masyarakat.

Untuk memperluas pemahaman tersebut, diperlukan ruang dialog yang mempertemukan perspektif visual, sains iklim, advokasi lingkungan, serta refleksi kritis melalui literasi publik.

Talkshow ini menghadirkan narasumber;Prayugo Utama dari Voice of Forest, Nanda Fahriza Batubara sebagai Jurnalis, Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Utara yaitu Wahyu dan Direktur Green Justice Indonesia yaitu Panut Hadisiswoyo.

Fika Rahma menjelaskan, acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB pagi dengan registrasi peserta kemudian dilanjutkan dengan talkshow Suara Anak Muda dan Krisis Iklim kemudian diskusi mengenai buku Reset Indonesia. 


You Might Also Like

5 Pelaku Curas, Korban Diajak Bekenalan di Aplikasi Omi Diringkus

Zakiyuddin Minta OPD Segera Selesaikan Pekerjaan yang Belum Tuntas

Wali Kota Medan: Pembinaan UMKM Jangan Sekadar Pelatihan, Harus Menghasilkan Income

Program Tebus Ijazah Rico Waas Targetkan 1.000 Siswa, 278 Sudah Terealisasi

Rico Waas Dukung Nama SM Amin Jadi Nama Jalan di Medan: “Sudah Sangat Layak”

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita February 3, 2026 February 3, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pengosongan Pasar Sambas Terlalu Cepat, DPRD Medan Dan PUD Pasar Sepakat Agar Dilakukan Penangguhan
Next Article Rencana Pengosongan Pasar Sambas Wajib Ditunda Sampai Hari Raya Idul Fitri, Ini Respon DPRD Medan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Xavi Boyong Talenta Muda di Skuad Belanda
OLAHRAGA
Fesmed Selat Malaka 2026: Jurnalis Didorong Kuasai OSINT demi Perkuat Verifikasi dan Keamanan
TEKNOLOGI
Fesmed Selat Malaka 2026, Di Balik Gemerlap Investasi AI, Ada “Biaya Ekologis” yang Perlu Dikawal
NASIONAL
Bapanas Ungkap Tiga Pelanggaran pada 25 Merek Beras Fortifikasi
EKONOMI
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?