Madrid,-Gelandang Spanyol, Gavi, meminta FIFA tidak menjatuhkan hukuman kepada para pemain Argentina. FIFA berencana akan menghukum para pemaian Argentina yang melakukan kekerasan setelah final Piala Dunia 2026 .
Gavi adalah salah satu pemaian Spanyol yang menjadi sasaran kekerasan pemain Argentina Leandro Paredes. Sebelumnya Paredes mengamuk dengan mendorong pemain Spanyol Eric Garcia lalu mencekik Gavi.
Gavi menilai ketegangan yang terjadi seusai pertandingan merupakan luapan emosi yang wajar dalam laga sebesar final Piala Dunia. Karena itu, ia berharap FIFA tidak memberikan sanksi lebih lanjut kepada para pemain Argentina.
“Saya tidak berpikir mereka harus dihukum. Hal-hal seperti itu bisa terjadi setelah pertandingan yang penuh emosi,” kata Gavi dikutip laman “90 Min Football”, Rabu 22 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa kartu merah yang diberikan wasit di lapangan sudah menjadi bentuk hukuman yang semestinya. FIFA membuka penyelidikan terhadap kericuhan setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026.
Insiden tersebut diawali dengan tindakan Pardes yang menyerang para pemain Spanyol. Dalam keributan itu pemaian Argentina lainya yaitu Nauel Molina juga membela Pardes
Hingga kini, FIFA masih memproses hasil investigasi untuk menentukan ada atau tidaknya tindakan disiplin lanjutan. Wasit dalam insiden itu telah mengeluarkan kartu merah untuk Pardes.
Leandro Paredes sendiri sesampainya di Argentina telah menyatakan menyesal dengan melakukan kekerasan usai laga. Ia meminta maaf kepada penggemar sepak bola Argentinya dan kapten Argentina Messi, namun tidak menyebut Spanyol.
Para pemaian Spanyol sendiri pada umumnya tidak memandang serius tindakan kekerasan pemaian Argentina. Mereka malah menjadikan “duel” Gavi dan Pardes sebagai bahan olok-olokan diantara para pemaian Spanyol.
Dalam video perayaan kemenangan Timnas Spanyol di negaranya, muncul semacam poster kecil pertandiangan “tinju” Gavi vs Pardes. Lamine Yamal tampak tersebyum membaca tulisan itu.

