Tapanuli Utara,-Banjir bandang terjadi di Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut.
Peristiwa terjadi pada Rabu, 22 April 2026, pukul 18.20 WIB, dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa satu orang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
“Sebanyak satu jiwa luka-luka dalam peristiwa ini,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima RRI. Dari sisi kerugian material, BNPB mencatat tiga unit rumah hanyut, satu jembatan hilang, serta satu mushola dan satu fasilitas pendidikan terdampak.
BPBD Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat. Kondisi terkini hingga Kamis, 23 April 2026, menunjukkan jaringan listrik masih padam.
Sementara itu, Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara digunakan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak.
Selain itu, BNPB juga melaporkan kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Persitiwa terjadi pada Rabu, 22 April 2026, pukul 14.50 WIB.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang, sehingga menyebabkan kerusakan pada atap sejumlah rumah warga.
Kejadian berlangsung di Desa Semen, Kecamatan Paron, dengan total tujuh kepala keluarga (KK) dan tujuh unit rumah terdampak.
BPBD Kabupaten Ngawi telah melakukan koordinasi. Kaji cepat, serta pembersihan di lokasi terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Khususnya hidrometeorologi basah.
Masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang aman. Serta memahami jalur evakuasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama.

