Jakarta,-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk operasional penerbangan. Perihal ini, BNPB menyiapkan, operasi modifikasi cuaca (OMC) selama satu bulan untuk membantu penanganan kebakaran dan mengurangi dampak asap.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menegaskan, upaya pemadaman akan terus dilakukan bersama instansi terkait sembari menunggu datangnya hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada pekan ketiga Oktober atau paling lambat pekan ketiga November 2026.
“Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras. Melakukan dukungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
OMC menjadi salah satu langkah BNPB dalam menghadapi kondisi karhutla yang masih berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang. Pelaksanaannya, memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan dengan dukungan penerbangan dari bandara yang memungkinkan operasi dilakukan secara aman.
Dampak kabut asap akibat karhutla, turut dirasakan di Kota Palembang, terutama dalam aktivitas masyarakat dan sektor transportasi udara. Kondisi tersebut, menjadi perhatian karena jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan hasil pemantauan Sabtu, 10 Oktober 2026, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tercatat berada di bawah 1.000 meter. Kondisi itu berlangsung selama periode pengamatan mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan penerbangan di wilayah terdampak. Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga memengaruhi mobilitas masyarakat.
Berbeda dengan kondisi di Palembang, jarak pandang di Bandara Depati Amir masih tercatat lebih dari 1.800 meter. Dengan kondisi tersebut, bandara dinilai masih memungkinkan untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Kegiatan penyemaian awan yang dilakukan BNPB, dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan potensi terbentuknya hujan. Pada Jumat (9/10/2026), BNPB melaksanakan satu sorti penerbangan untuk menyebarkan bahan semai di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 1.000 kilogram bahan semai digunakan untuk mendukung upaya pembentukan hujan. Operasi kemudian dilanjutkan pada Sabtu (10/10/2026) dengan menambah intensitas penerbangan menjadi dua sorti.
Langkah ini dilakukan untuk menjangkau sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penyemaian awan dalam penanganan karhutla. Pada penerbangan pertama, penyemaian difokuskan di wilayah Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.
Sementara itu, penerbangan kedua menyasar wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Masing-masing sorti penerbangan membawa 1.000 kilogram bahan semai sehingga total material yang digunakan pada Sabtu mencapai 2.000 kilogram.
Jika digabungkan dengan operasi sehari sebelumnya, BNPB telah menyebarkan 3.000 kilogram bahan semai. Yakni, melalui tiga sorti penerbangan selama 9–10 Oktober 2026.

