Johor,-Seluruh sekolah di Johor, Malaysia, akan ditutup selama dua hari mulai Kamis, 8 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul memburuknya kondisi kabut asap dan kualitas udara di sejumlah wilayah, dilansir dari CNA.
Keputusan penutupan diumumkan, Rabu, 7 Oktober, setelah mendapat arahan dari Wali Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa.
Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor Muhammad Naqib Md Ghazali mengatakan penutupan sekolah dapat berdampak kepada orang tua yang tetap harus bekerja. Oleh karena itu, pemerintah meminta pemberi kerja memberikan fleksibilitas kepada orang tua yang terdampak kebijakan tersebut.
Johor menjadi negara bagian pertama di Semenanjung Malaysia yang mengumumkan penutupan sementara sekolah akibat kabut asap tahun ini. Sebelumnya, sekitar 300 lembaga pendidikan di Batu Pahat telah ditutup pada Rabu.
Penutupan tersebut dilakukan setelah Indeks Polusi Udara (API) mencapai kategori sangat tidak sehat. Selama penutupan, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dari rumah.
Sementara itu, berbagai kegiatan penilaian yang dijadwalkan selama periode tersebut akan ditunda sesuai keputusan Departemen Pendidikan Johor dan pihak terkait. Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Johor terus memburuk.
Batu Pahat mencatat API sebesar 203 pada Selasa malam dan menjadi wilayah dengan tingkat polusi tertinggi di Malaysia saat itu. Pada Rabu sore, API di Segamat dan Pasir Gudang masing-masing mencapai 171.
Sementara itu, Tangkak mencatat 168, Kluang 166, Larkin 162, Kota Tinggi 160, dan Pengerang 156. Menteri Besar Johor Onn Hafiz Ghazi juga menyerukan agar ASEAN memainkan peran lebih aktif dalam menangani persoalan kabut asap regional.
Ia meminta digelarnya pertemuan darurat ASEAN untuk membahas kondisi tersebut. Menurutnya, kerja sama regional diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kabut asap.

