Langkat,- Anggota DPR RI H. Ansory Siregar, Lc mengajak generasi muda untuk kembali memperkuat semangat nasionalisme melalui pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan. Ajakan tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula SMPIT Al-Kahfi Yayasan Anak Sholeh Hinai, Jalan Swadaya Dusun III, Desa Baru Pasar VIII, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu pagi (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kalangan milenial, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta para guru. Dalam pemaparannya, Ansory menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan kepada generasi penerus agar mampu memahami, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar Kebangsaan harus kembali ditanamkan kepada anak-anak bangsa agar mereka mengerti, memahami, dan merasakan maknanya dalam setiap tindakan,” ujar Ansory.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap perjalanan bangsa Indonesia yang hingga kini masih sering dikategorikan sebagai negara berkembang.
“Sejak saya duduk di bangku SD, SMP, SMA hingga kuliah, Indonesia selalu disebut sebagai negara berkembang. Pertanyaannya, kapan kita menjadi negara maju?” katanya.
Menurut Ansory, salah satu syarat untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju adalah memperkuat karakter kebangsaan melalui pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan kembali rasa nasionalisme yang dinilai mulai memudar di tengah masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ansory turut menyinggung berbagai persoalan kebangsaan, mulai dari fenomena penyimpanan kekayaan warga negara di luar negeri hingga kritik terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang menurutnya lebih banyak mengakomodasi kepentingan pemilik modal dibandingkan kepentingan para pekerja.
Ansory menjelaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 yang mewajibkan setiap anggota MPR RI untuk memasyarakatkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
“Empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan dipelihara oleh seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar akan menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.
“Dengan memahami dan memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar, kita memiliki kekuatan sebagai bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal,” tegasnya.
Dalam paparannya, Ansory juga mengulas satu per satu makna Empat Pilar, khususnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa yang harus diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Suasana sosialisasi semakin menarik saat Ansory mengundang lima peserta dari latar belakang suku dan bahasa yang berbeda untuk naik ke atas panggung dan berbicara menggunakan bahasa daerah masing-masing.
Usai para peserta menyampaikan pesan dalam bahasa masing-masing, Ansory menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia.
“Lihatlah, bahasanya berbeda-beda, tetapi kita tetap bersatu. Itulah makna sesungguhnya semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

