Medan,-Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan, menegaskan bahwa mahasiswa dan generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga, mengamalkan, dan melestarikan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Kampus Tjut Nyak Dien, Jalan Gatot Subroto/Jalan Rasmi No. 28, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu (20/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Agus Setiawan menyoroti kondisi generasi muda yang saat ini hidup di era digital dengan arus informasi yang begitu cepat dan tanpa batas.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh membuat anak muda kehilangan jati diri bangsa. Justru mahasiswa sebagai kelompok intelektual harus menjadi contoh dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Mahasiswa dan generasi muda adalah pewaris masa depan bangsa. Jika nilai-nilai Pancasila tidak ditanamkan dan dijaga sejak sekarang, maka kita berisiko kehilangan identitas kebangsaan di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan penyebaran informasi yang tidak selalu sejalan dengan karakter bangsa Indonesia,” ujar Agus.
Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya terkait persaingan pendidikan dan dunia kerja, tetapi juga ancaman berupa intoleransi, individualisme, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga lunturnya semangat gotong royong. Karena itu, mahasiswa harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan memperkuat nilai kebangsaan.
Menurut Agus, pelestarian nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya melalui hafalan lima sila, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, memiliki kepedulian sosial, menjunjung kejujuran, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Mahasiswa harus menjadi motor penggerak perubahan yang membawa semangat persatuan, keadilan, dan gotong royong sebagaimana yang diajarkan dalam Pancasila. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat,” tegasnya.
Dengan pemahaman ideologi yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menyaring berbagai pengaruh negatif sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di masa depan sangat bergantung pada komitmen generasi muda dalam menjaga, mengamalkan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya, ” pungkasnya.

