Pakpak Bharat,- Sebuah mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai pasangan suami istri diduga terjun ke jurang di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, wilayah perbatasan Sumatera Utara dan Aceh, Senin (30/3/2026) malam.
Akibat peristiwa tersebut, kedua korban, Rudi Simanjuntak dan Risma br Tumangger, warga Dusun Buluh Didi, dilaporkan hilang setelah mobil bernomor polisi BK 1213 SP yang mereka kendarai diduga jatuh ke aliran sungai deras di dasar jurang yang dikenal rawan kecelakaan.
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, mengatakan pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Sukaramai bersama Pos Lantas Sibande dengan melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban diketahui datang dari arah Kabupaten Pakpak Bharat menuju rumahnya yang berada di kawasan perbatasan Pakpak Bharat dengan Kota Subulussalam,” ujar AKBP Muhammad Agustiawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 23.00 WIB, anak korban sempat menerima telepon dari orang tuanya yang menyampaikan bahwa mereka akan tiba di rumah dalam waktu sekitar lima menit. Namun hingga keesokan harinya, keduanya tak kunjung sampai di rumah.
Merasa khawatir, anak korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa. Warga bersama aparat kepolisian pun melakukan penelusuran di sepanjang jalur yang biasa dilalui korban.
Dari hasil pencarian awal, ditemukan tanda-tanda kecelakaan di sekitar aliran Sungai Lae Kombih yang berada di dasar jurang, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya kendaraan tersebut.
“Kami juga telah melakukan pengecekan menggunakan drone dan menemukan serpihan kaca yang diduga berasal dari mobil korban,” jelas Kapolres.
Saat ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Basarnas Sumatera Utara dan BPBD untuk melakukan proses pencarian terhadap korban maupun kendaraan yang diduga terseret arus sungai.
“Kami berharap doa dan dukungan dari masyarakat agar korban dan kendaraan dapat segera ditemukan,” tambahnya.
Diketahui, pasangan suami istri tersebut merupakan warga Pakpak Bharat yang berdomisili di wilayah perbatasan Aceh–Sumatera Utara, tepatnya di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

