By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: BPS: Tingkat Ketimpangan Gender di Indonesia Menurun
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

BPS: Tingkat Ketimpangan Gender di Indonesia Menurun

Editor
Editor Published May 6, 2025
Share
SHARE

Jakarta,- Indeks ketimpangan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia tercatat makin menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ketimpangan Gender (IKG)  tahun 2024 yang tercatat di angka 0,421.

“Angka tersebut menunjukkan masih ada ketimpangan antara laki-laki dan perempuan. Tetapi ketimpangannya makin rendah dari tahun ke tahun,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis IKG Indonesia di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Berdasarkan data BPS, IKG Indonesia tahun 2024 menurun dibandingkan IKG 2023 yang sebesar 0,447. Penurunannya mencapai  5,82 persen, lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata penurunan tahun 2018-2023.

Menurut Amalia, IKG mengukur ketimpangan pada tiga dimensi. Yakni, kesehatan reproduksi, pemberdayaan dan Pasar Tenaga Kerja yang semuanya menunjukkan adanya perbaikan.

Misalnya, gender gap persentase anggota legislatif laki-laki dan perempuan. Ketimpangannya turun dari 55,72 persen di tahun 2023 menjadi   55,08 persen di tahun 2024.

Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan, naik 1,9 persen poin di tahun 2024. Angkanya lebih tinggi dari TPAK laki-laki yang naik hanya 0,40 persen poin.

Meski demikian, ketimpangan gender antarwilayah masih terjadi, IKG di 22 provinsi masih berada di atas angka nasional. Utamanya di Maluku, Papua, Kalimantan, sebagian Sulawesi dan Sumatera.

“Sedangkan di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara IKG nya lebih rendah dari angka nasional. Untuk tahun 2024, pertama kalinya BPS menyajikan data IKG 38 provinsi, termasuk Daerah Otonomi Baru Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

You Might Also Like

Bantu Kaum Duafa, Ciputra Group Dukung Program Bedah Rumah Bupati Deli Serdang

Poldasu dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak, Ini Tujuannya !!!

Pemerintah Diminta Tidak Terburu-buru Menggulirkan Wacana Pembatalan Haji 2026

Penduduk Laki-laki di Indonesia 2025 Tembus 145 Juta Jiwa

2025, Penduduk Indonesia Tembus 288 Juta Jiwa

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor May 6, 2025 May 6, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Teknologi Diyakini Tekan Ancaman Kesehatan dari Perubahan Iklim
Next Article Ancelotti Puji Perkembangan Arda Guler
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

MTs Alwasliyah 3 Percut Gelar Bukber,Jalin Silaturahmi & Perkuat Ukhuwah Islamiyah
EKONOMI HOME PENDIDIKAN
Polresta DS Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026
HOME KRIMINAL
Bantu Kaum Duafa, Ciputra Group Dukung Program Bedah Rumah Bupati Deli Serdang
EKONOMI HOME NASIONAL
Rico Waas Tegaskan Komitmen Jalankan Program Presiden Prabowo di Kota Medan
Medan
- Advertisement -
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?