Jakarta,-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN. Keputusan tersebut diambil setelah dirinya meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Nanik mengatakan, keputusan mundur tersebut diambil agar dirinya dapat fokus menjalani perawatan dan memulihkan kondisi kesehatannya. Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, ia mengungkapkan tetap diminta untuk ikut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” tulis Nanik dalam unggahan di akun Facebook miliknya.
Dalam unggahan tersebut, Nanik juga menegaskan bahwa program MBG tidak dibuat untuk kepentingan politik. Menurutnya, program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut pelaksanaan program MBG turut memberikan dampak ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, peternak hingga pedagang.
“14 tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” tulisnya.
Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah reformasi di internal BGN. Salah satunya dengan membentuk tim evaluasi yang bertugas melakukan pembenahan terhadap tata kelola serta pelaksanaan program MBG.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan program tersebut berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

