Jakarta,- Indonesia dan Filipina memperkuat kerja sama kekonsuleran, yaitu terkait warga keturunan yang ada di kedua negara. Indonesia sendiri telah melakukan proses registrasi dan identifikasi warga keturunan di Filipina.
Dari proses itu didapati sekitar 8.000 orang teridentifikasi sebagai warga keturunan Indonesia. Kata Menlu Sugiono usai menggelar pertemuan ke-8 Joint Commision for Bilateral Cooperation (JCBC) dengan Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro, Kamis, 23 April 2026 di Jakarta.
“Kemudian kita juga tadi berbicara mengenai apa yang kita sebut dengan person of Indonesian descent or person of Filipino descent, yang ada di kedua belah negara. Jadi kita berhasil melakukan proses registrasi dan identifikasi, kalau saya tidak salah jumlahnya ada sekitar 8.000 yang Indonesia descent,” ujarnya menjelaskan.
Menlu menyebut, dari jumlah itu sekitar kurang dari 10 persen di antaranya merupakan jumlah orang keturunan Filipina di Sulawesi Utara. “Ada kurang lebih 10 persen dari itu, ada sekitar 800-an yang Filipino descent,” ucapnya.
Sementara, setelah proses registrasi dan identifikasi rampung, maka kedua negara memastikan akan memberikan berbagai hak untuk warga keturunan. “Yang kemudian nanti kita akan berikan hak-haknya sesuai dengan kewarganegaraan masing-masing,” kata Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono menyatakan, Filipina yang merupakan salah satu negara tetangga Indonesia sehingga tidak heran jika terjadi “pertukaran” manusia secara tradisional sejak lama. Namun, di sisi lain para warga keturunan memerlukan kejelasan terkait status kewarganegaraan mereka.
“Di mana mereka juga memerlukan suatu kejelasan mereka itu warga negara mana. Karena kita ketahui bersama etnis yang ada antara suku-suku kita, khususnya di Sulawesi utara dan di Filipina banyak yang secara hubungan adalah keluarga,” kata Menlu RI memaparkan.
Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro menekankan isu tersebut menjadi salah satu bukti kedekatan hubungan antarmasyarakat kedua negara. Ia mengungkapkan, Filipina tengah mendorong pendataan warga keturunan Filipina di Sulawesi Utara agar dapat memperoleh akses layanan sosial secara lebih cepat dan menyeluruh.
“Kami berharap program ini memungkinkan mereka untuk didokumentasikan. Dan, mengakses layanan sosial secara komprehensif,” kata Lazaro.
Selain, Filipina juga menyoroti keberhasilan program pendataan warga keturunan Indonesia di Filipina yang telah memberikan kepastian status kewarganegaraan bagi ribuan orang. Menurut Lazaro, keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi erat antara pemerintah Filipina dan otoritas Indonesia.
Ke depan, kedua negara berkomitmen memperluas implementasi Rencana Aksi bilateral guna memperkuat kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Termasuk, dalam penanganan isu-isu konsuler.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan warga keturunan di kedua negara. Sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Filipina.

