Jakarta: Dirut Smesco Indonesia, Wientor Rahmada, mengatakan aplikasi asal Tiongkok bernama Temu dapat mengancam pelaku UMKM di Indonesia. Ini merupakan aplikasi perdagangan lintas negara (cross border trading) yang mempertemukan langsung produsen (pabrik) dengan konsumennya.
Menurut dia, aplikasi Temu di negara-negara lain dianggap sudah sangat mengganggu. “Dengan aplikasi tersebut, konsumen dapat membeli barang dengan harga murah dan produknya dikirim langsung dari Tiongkok,” ujarnya, Minggu (7/7/2024).
Wientor mengatakan aplikasi Temu dikhawatirkan mengulang pengalaman TikTok Shop beberapa waktu lalu. Karena itu, dia meminta pemerintah dapat mengantisipasi platform perdagangan digital tersebut dengan mencegah masuk ke Indonesia.
“Jangan tunggu aplikasinya masuk dulu ke Indonesia baru kemudian jadi ramai setelah dia besar,” ujar Wientor. Smesco Indonesia adalah lembaga resmi di bawah Kementerian Koperasi dan UKM yang bertugas membantu pemasaran produk UMKM Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyampaikan kekhawatiran sekaligus mengingatkan bahayanya aplikasi tersebut. “Aplikasi yang akan masuk ke Indonesia ini lebih dahsyat daripada TikTok Shop,” ujarnya.
Menurut Teten, akan banyak produsen yang bergabung dalam aplikasi tersebut dan langsung terhubung dengan konsumen lintas negara. “Jika terjadi seperti ini, banyak lapangan kerja akan hilang,” ucapnya, mengingatkan.
Cross border trading (perdagangan lintas negara) adalah masuknya barang impor ke suatu negara tanpa melewati proses pemeriksaan pabean. Sistem perdagangan seperti ini akan memangkas jalur distribusi dan memasukkan barang impor langsung dari negara asal.

