By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: TEMU Ancam UMKM Indonesia
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

TEMU Ancam UMKM Indonesia

Editor
Editor Published July 8, 2024
Share
SHARE

Jakarta: Dirut Smesco Indonesia, Wientor Rahmada, mengatakan aplikasi asal Tiongkok bernama Temu dapat mengancam pelaku UMKM di Indonesia. Ini merupakan aplikasi perdagangan lintas negara (cross border trading) yang mempertemukan langsung produsen (pabrik) dengan konsumennya.

Menurut dia, aplikasi Temu di negara-negara lain dianggap sudah sangat mengganggu. “Dengan aplikasi tersebut, konsumen dapat membeli barang dengan harga murah dan produknya dikirim langsung dari Tiongkok,” ujarnya, Minggu (7/7/2024).

Wientor mengatakan aplikasi Temu dikhawatirkan mengulang pengalaman TikTok Shop beberapa waktu lalu. Karena itu, dia meminta pemerintah dapat mengantisipasi platform perdagangan digital tersebut dengan mencegah masuk ke Indonesia.

“Jangan tunggu aplikasinya masuk dulu ke Indonesia baru kemudian jadi ramai setelah dia besar,” ujar Wientor. Smesco Indonesia adalah lembaga resmi di bawah Kementerian Koperasi dan UKM yang bertugas membantu pemasaran produk UMKM Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyampaikan kekhawatiran sekaligus mengingatkan bahayanya aplikasi tersebut. “Aplikasi yang akan masuk ke Indonesia ini lebih dahsyat daripada TikTok Shop,” ujarnya. 

Menurut Teten, akan banyak produsen yang bergabung dalam aplikasi tersebut dan langsung terhubung dengan konsumen lintas negara. “Jika terjadi seperti ini, banyak lapangan kerja akan hilang,” ucapnya, mengingatkan.

Cross border trading (perdagangan lintas negara) adalah masuknya barang impor ke suatu negara tanpa melewati proses pemeriksaan pabean. Sistem perdagangan seperti ini akan memangkas jalur distribusi dan memasukkan barang impor langsung dari negara asal.  


You Might Also Like

Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang

Kadinsos Sumut Dorong Percepatan Digitalisasi Data Bansos

Kemenhub Siapkan Stimulus Pajak untuk Tekan Harga Tiket Pesawat Nataru

Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP Setiap Hari ke Seluruh Indonesia

Viral di Medsos !!! Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis SH MH Santuni Anak Yatim Pencari Cacing

TAGGED: Ekonomi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 8, 2024 July 8, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Sembilan Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Padang
Next Article Petani Sawit Minta Pemerintah Pangkas Birokrasi Perizinan
321 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Lepas Jalan Sehat Spark Go To Campus, Wali Kota Medan Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi
PENDIDIKAN
Buku Nikah Anda Rusak Atau Hilang, Begini Cara Usunya, GRATIS !
NASIONAL
Keluarga Korban KM Virgo Diminta Tak Terus Menunggu di Pelabuhan
NASIONAL
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
EKONOMI
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?