By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Kemenhub Siapkan Stimulus Pajak untuk Tekan Harga Tiket Pesawat Nataru
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Kemenhub Siapkan Stimulus Pajak untuk Tekan Harga Tiket Pesawat Nataru

berita
berita Published October 3, 2026
Share
SHARE

Bandung,-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Salah satunya melalui stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP).

Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agustinus Budi Hartono mengatakan keterjangkauan harga tiket menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hal ini dilakukan dalam menghadapi potensi lonjakan perjalanan udara pada akhir tahun.

Hal ini disampaikan Agustinus dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat, Jumat 2 Oktober 2026. “Terkait persiapan untuk Natal dan Tahun Baru tahun ini yang sudah pasti yang harus kita persiapkan adalah bagaimana nantinya masyarakat masih bisa melakukan bepergiannya dengan harga tiket tentunya yang pasti bisa terjangkau. Itu sudah pasti,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan stimulus PPN-DTP untuk membantu menekan komponen pajak dalam harga tiket pesawat selama periode angkutan Nataru. Aturan pemberian stimulus tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Regulasi itu masih dalam tahap penyusunan dan menunggu proses harmonisasi sebelum diterapkan pada penerbangan selama periode Nataru. Agustinus memperkirakan besaran PPN yang ditanggung pemerintah akan mengacu pada tarif yang berlaku saat ini, yakni 11 persen, untuk penerbangan tertentu bagi penumpang di seluruh Indonesia.

Selain stimulus pajak, Kemenhub juga mengkaji penyesuaian sejumlah komponen biaya penerbangan lainnya. Di antaranya Passenger Service Charge (PSC) serta fuel surcharge (FS) atau biaya tambahan bahan bakar.

Penyesuaian komponen tersebut diharapkan turut menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau ketika permintaan penerbangan meningkat selama libur akhir tahun. Namun, kebijakan itu masih akan dibahas bersama para pemangku kepentingan.

Pemerintah memastikan penyesuaian biaya tetap mempertimbangkan keberlanjutan industri penerbangan dan kualitas pelayanan kepada penumpang.

“Harapannya teman-teman airline bisa mempersiapkan armadanya dalam keadaan benar-benar serviceable. Sehingga nanti pada saat pelaksanaan (angkutan) Natal dan Tahun Baru tidak ada lagi pesawatnya tiba-tiba rusak selama periode itu,” ujar Agustinus.

Kemenhub menilai pengendalian harga tiket perlu berjalan beriringan dengan kesiapan maskapai menyediakan armada dan menjaga kualitas layanan selama periode permintaan tinggi. Armada Diminta Siap Hadapi Lonjakan Penumpang

Dari sisi keselamatan, Kemenhub juga akan membuka posko terpadu serta memperkuat pengawasan operasional penerbangan selama masa Nataru.

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara akan meningkatkan pemeriksaan terhadap pesawat sebelum dan selama periode angkutan Nataru. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pesawat yang dioperasikan maskapai memenuhi standar kelaikan udara dan siap melayani penumpang selama periode sibuk.

Agustinus mengingatkan maskapai agar memastikan seluruh armada dalam kondisi laik operasi. Kesiapan ini penting untuk mencegah gangguan teknis yang dapat mengacaukan jadwal penerbangan.

Kerusakan pesawat secara mendadak, kata dia, dapat mengganggu rotasi penerbangan dan memicu efek domino berupa keterlambatan perjalanan penumpang, terutama ketika mobilitas masyarakat sedang tinggi. Kemenhub berharap koordinasi antara regulator, maskapai, dan pengelola bandara dapat menjaga harga, keselamatan, serta kelancaran penerbangan selama periode Nataru 2026/2027.

You Might Also Like

Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP Setiap Hari ke Seluruh Indonesia

Viral di Medsos !!! Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis SH MH Santuni Anak Yatim Pencari Cacing

Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Airin Rico Waas: Produk Unggulan UMKM Kini Terpusat Satu Pintu

Pemkab Sergai Ajukan RAPBD 2027 Rp1,52 Triliun dan Ranperda Desa dalam Paripurna DPRD

3 Tahun Mengabdi, BNCT Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan Efisien Berbasis Green Port

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita October 3, 2026 October 3, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP Setiap Hari ke Seluruh Indonesia
Next Article DVI Identifikasi 12 Korban KM Virgo, Total 63 Jenazah Sudah Dikenali
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Eko Purjianto Bidik Tiga Poin Kontra Persikad Depok
OLAHRAGA
Pemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Medan
DVI Identifikasi 12 Korban KM Virgo, Total 63 Jenazah Sudah Dikenali
NASIONAL
Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP Setiap Hari ke Seluruh Indonesia
EKONOMI
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?