Medan – Kisah anak yatim pencacing untuk biaya menghidupi kedua adiknya masih kecil yang sempat viral di medsos beberapa waktu lalu.
Akhirnya dikunjungi dan diberikan santunan tali asih oleh Tim Jurnalis Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) yang dibina Bapak H. Ikhwan Lubis SH,MH dikediamannya sebelum sholat Jumat (02/10/2026).
Selain menyantuni anak yatim tersebut, tim jurnalis KSJ juga memberikan 7 paket sembako beras pada kaum duafa di sekitar rumah kediaman anak yatim pencari cacing tersebut di atas tanggul sungai Deli Jln.Syahbunddin Yatim Lingkungan 12 Kel.Pekan Labuhan Kec.Medan Labuhan.
Kunjungan tersebut juga turut dihadiri Lurah Pekan Labuhan Bapak Roy Sulaiman Batubara didampingi Kepling 12 Muhammad Hafriza bersama tim KSJ Pusat Irwan Saputra.
Dalam penyerahan santunan tersebut juga turut didampingi orangtua dari Wahyu (12 thn) anak yatim pencari cacing tersebut bernama Badlun sebagai nelayan.
Pasca viral dimedsos, kisah Wahyu sibocah pencari cacing yang menghidupi kedua adiknya itu, kini ia banyak menuai rasa empati dari sejumlah kalangan dermawan salah satunya dari Rumah Yatim dan dari tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis.
Dari pengakuan Wahyu, dirinya kini sudah dapat bersekolah kembali di YP.Yaspi walau sebelumnya sempat putus sekolah karena miskin dan ketiadaan biaya.
Serta adanya bantuan usaha ternak ikan lele di kolam terpal yang dibangun di samping rumah gubuk Wahyu.
Sedangkan Ayah Wahyu yang kini sudah kembali merantau tanpa hasil diberikan bantuan boat sampan jaring agar kembali melaut.
Sementara ibu kandung Wahyu sudah lama meninggal sedangkan Ayah Wahyu sempat merantau ke kawasan Batam untuk bekerja memperbaiki kapal ikan orang disana.
Dampak dari penghasilan orang tuanya yang memprihatinkan sempat beberapa bulan Ayah Wahyu tak lagi sanggup mengirimkan biaya hidup untuk Wahyu dan kedua adik- adiknya.
Akantetapi Wahyu menjadi seorang anak yang bercita- cita ingin menjadi TNI ini tak tinggal diam untuk dapat mencari uang untuk menyambung hidup dengan mencari cacing di Sungai Deli yang berada di dekat rumahnya
Dalam sehari Wahyu tak menentu aberpenghasilan terkadang bisa mendapatkan 4 muk cacing dengan harga Rp20 ribu.
Dari hasil jerih payahnya itulah ia memberi makan adik-adiknya yang masih kecil di rumah.
Sementara itu, Lurah Pekan Labuhan Roy Sulaiman Batu Bara saat ditanyai wartawan mengaku pihak Pemerintah Kelurahan Pekan Labuhan telah peduli dengan keluarga Wahyu, terbukti dengan terdaftar adanya bantuan PKH serta bantuan beras.
” Kami bersyukur saat ini ada bantuan dari tim KSJ kepada warga kami disini, semoga KSJ tetap eksis bersedekah dalam membantu warga duafa”, tutup Pak Roy.(Gs/LBH).

