Bekasi,- Sebanyak lebih dari 10 korban kecelakaan kereta api di Kota Bekasi dilarikan ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Senin 27 April 2026 malam. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Wakil Direktur RSUD CAM, Sudirman, mengatakan kondisi korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga sedang. “Untuk korban lebih dari 10 orang saat ini berada di IGD, satu orang dilaporkan meninggal kemudian lainya ada luka ringan hingga sedang,” katanya, saat dihubungi RRI.CO.ID, Senin, 27 April 2026.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit telah mengerahkan seluruh tenaga kesehatan untuk menangani korban. “Kalau untuk yang berada di IGD ada sekitar 10 nakes, kemudian ditambah dari rawat inap dan lain-lain bisa sampai 20 hingga 25 orang,” katanya.
Proses evakuasi korban di lokasi kejadian masih terus berlangsung hingga saat ini. “Ambulans kami masih terus bergerak melakukan evakuasi, termasuk dari Dinas Kesehatan yang sudah berkoordinasi dan menerjunkan 10 unit,” ucapnya.
Advertisement
Untuk unit ambulans sendiri, RUSD CAM menerjunkan sebanyak 3 unit. Plus 10 unit ambulans dari pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
“Ambulan kami masih terus bergerak melakukan evakuasi termasuk juga dari Dinas Kesehatan kita sudah berkoordinasi dan mereka menerjunkan 10 unit. Kalau melihat dari video-video yang beredar ada kemungkinan korban bertambah,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, bahwa RSUD CAM akan berupaya semaksimal mungkin menangani para korban. Dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan kereta api di Bekasi Timur terjadi antara KRL dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh. Kejadian terjadi pada Senin, 27 April 2026 pada pukul 20.57 WIB.
Insiden bermula dari sebuah mobil (taxi) yang mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian itu, KRL tak melanjutkan perjalanan.
Namun, saat KRL berhenti, KRL kemudian tertabrak kereta jarak jauh. Para penumpang pun panik saat kejadian terjadi dan terdengar pula teriakan histeris.

