Denpasar,- Video Ridwan Kamil alias RK memarahi petugas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, viral di media sosial, sejak Sabtu (12/7/2025). Mantan Gubernur Jawa Barat itu kesal lantaran penerbangannya menggunakan Super Air Jet rute Denpasar-Cengkareng mengalami delay.
Diketahui, jadwal penerbangan pesawat RK tujuan Cengkareng seharusnya berangkat dari Denpasar pada Jumat (11/7/2025) pukul 21.30 WITA. Namun, penerbangan itu mengalami penundaan berkali-kali, dari pukul 23.45 hingga molor ke 01.40 WITA dini hari.
Sejumlah penumpang yang juga terdampak turut mendesak meminta penjelasan langsung dari General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kepada petugas bandara, RK mempertanyakan alasan penerbangan Super Air Jet rute mengalami delay dan minta dipertemukan dengan atasan.
“Bilang, Pak Ridwan mau bicara, nanti kan keluar jawabannya ‘saya tidak mau bicara’. Selesai,” ujar RK meluapkan kekesalan akibat penerbangan yang dibatalkan sepihak oleh maskapai, dikutip Senin (14/7/2025).
RK mempertanyakan kurangnya informasi dari maskapai atau pihak bandara mengenai alasan pembatalan penerbangan. “Kami punya hak sebagai yang bayar,” kata RK dengan nada tegas kepada petugas bandara.
Petugas bandara tersebut menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan maskapai mengenai penundaan penerbangan ini. Penerbangan belum bisa dilakukan karena masih ada proyek pengaspalan atau overlay pada runway bandara.
Sementara itu, penumpang lainnya juga tampak kesal karena mereka dipaksa menunggu lama. Tak hanya itu, mereka juga terdengar mengeluhkan fasilitas bandara seperti AC yang dimatikan.
“Tidak mau bicara, minimal untuk menjelaskan keputusan membatalkan penerbangan karena ada pengaspalan,” kata RK. “Kesimpulannya, pihak bandara. Maupun airlines tidak solutif,” ucap RK dikutip dari video yang viral di Instagram akun @jabotabek24info.
Sementara itu, General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, buka suara. Menurutnya, penundaan penerbangan yang dialami RK lantaran pesawat Super Air Jet nomor IU 744 yang datang terlambat dari Cengkareng.
Ia menjelaskan, pesawat belum bisa lepas landas karena adanya kegiatan pengaspalan. Atau perawatan runway di Bandara Ngurah Rai.
“Penerbangan IU 744 dijadwalkan mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pukul 20.45 Wita (Jumat, 11/7/2025). Tapi realisasinya mendarat pukul 01.56 dini hari Sabtu (12/7/2025),” ujar Syaugi, Sabtu (12/7/2025).
Syaugi mengakui pihak Super Air Jet sempat mengajukan permintaan agar pesawat tersebut bisa lepas landas sesuai jadwal. Namun, permohonan tersebut ditolak karena adanya pekerjaan pengaspalan di runway bandara.
“Pihak Super Air Jet mengajukan permohonan untuk dapat memberangkatkan penerbangan IU 745 pada pukul 03.00 Wita. Tapi tidak dapat dipenuhi karena sudah masuk dalam periode pelaksanaan pekerjaan perawatan runway,” ujarnya.
Syaugi menekankan, bahwa pekerjaan tersebut penting dilakukan untuk menambah kualitas dan kuantitas kekuatan runway. “Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan take off dan landing dihentikan sementara,” ucapnya.
“Sehingga, Super Air Jet tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangannya menuju Cengkareng,” kata Syaugi. Akibatnya, penumpang baru bisa diberangkatkan pukul 08.29 Wita pada Sabtu (12/7/2025).
Ia mengatakan, para penumpang yang terdampak telah mendapatkan kompensasi. Yaitu, berupa konsumsi, penginapan, dan transportasi antar jemput ke bandara.
Dirut Super Air Jet Minta Maaf
Selain itu, pihak maskapai Super Air Jet pun ikut buka suara setelah layanan penerbangan mereka diprotes Ridwan Kamil. Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan meminta maaf atas ketidak nyamanan yang dialami RK dan penumpang lainnya.
“Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan pengguna layanan penerbangan IU-745. Rute Bali menuju Jakarta yang dijadwalkan pada 11 Juli 2025 dengan 172 pelanggan,” kata Ari, kemarin.
Ari mengatakan pesawat yang hendak ditumpangi RK dan para penumpang itu dijadwalkan ulang lantaran alasan operasional. Ari menyebut perlunya penyesuaian rotasi pesawat dari rute-rute sebelumnya.
“Penerbangan tersebut mengalami penjadwalan ulang karena adanya penyesuaian rotasi pesawat dari rute-rute sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan berjalan secara aman dan nyaman sesuai standar yang berlaku,” ucap Ari.

