By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: WFH Jadi Solusi Jangka Pendek Tekan Konsumsi BBM
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

WFH Jadi Solusi Jangka Pendek Tekan Konsumsi BBM

berita
berita Published April 3, 2026
Share
SHARE

Jakarta – Pemerintah menegaskan kebijakan work from home (WFH) merupakan langkah taktis jangka pendek untuk merespons dinamika geopolitik global. Keputusan ini diambil tanpa mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik.

Kebijakan WFH ini termasuk salah satu transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi yang diterapkan 1 April 2026. Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto, menegaskan WFH merupakan langkah cepat (quick relief) menekan konsumsi BBM harian.

“WFH ini murni langkah taktis jangka pendek. Sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik,” kata Nico dalam keterangan tertulis dikutip di Jakarta, Kamis 2 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pandangan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Ia sebelumnya mengatakan kebijakan WFH bukan solusi efektif untuk menekan konsumsi BBM.

Nico mengatakan, solusi fundamental pemerintah sesungguhnya ada pada transisi energi dalam jangka menengah dan panjang. Seperti mempercepat ekosistem kendaraan listrik, transisi bioenergi B50, hingga memperkuat infrastruktur dan produksi BBM domestik.

“Krisis hari ini kita urai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional. Sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa. Ia menyampaikan, dunia saat ini tengah menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Asia Barat, termasuk Indonesia, khususnya di sektor energi.

Menurut Tina, pemerintah terus memantau perkembangan global dan mengambil langkah yang proporsional, terukur, dan adaptif. Termasuk melalui penerapan transformasi budaya kerja nasional.

Tina mengatakan, pemerintah menghormati berbagai pandangan yang berkembang terkait Transformasi Budaya Kerja Nasional. Ia memastikan, WFH bukan berarti berhenti bekerja atau beristirahat, melainkan penyesuaian cara kerja agar tetap produktif dalam situasi dinamis.

“Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa layanan pemerintahan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan, meskipun sebagian dilakukan secara jarak jauh. Yang berubah adalah cara kerja, bukan komitmen pelayanan,” katanya.

“Work from home bukan berarti berhenti bekerja atau beristirahat, melainkan penyesuaian cara kerja agar tetap produktif dalam situasi yang dinamis,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa layanan publik tetap menjadi prioritas utama. Sektor-sektor yang memerlukan kehadiran fisik, seperti tenaga kesehatan, layanan darurat, transportasi, dan pelayanan tatap muka, tetap beroperasi penuh.

“Dari sisi energi, pengaturan ini juga memberikan manfaat. Berkurangnya mobilitas harian, terutama perjalanan pergi-pulang kerja di kota-kota besar, berkontribusi pada efisiensi konsumsi BBM,” ujarnya.

“Memang ada pergeseran konsumsi ke rumah tangga. Namun secara keseluruhan, dengan pengaturan yang tepat, efisiensi tetap dapat dicapai tanpa mengorbankan produktivitas,” ucapnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyatakan kebijakan WFH tidak serta-merta menekan konsumsi energi. Hal itu dikarenakan penggunaan listrik tetap berjalan meskipun aktivitas dilakukan dari rumah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas dalam menghadapi situasi ekonomi. Dimana tidak menjadikan WFH sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas kerja.

“Energi di kantor itu dari listrik—lampu, AC, komputer. Bukan BBM langsung,” ujar JK seusai menghadiri dialog di kawasan Hotel Sultan Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

You Might Also Like

Suplai Terganggu, Listrik Jakarta Padam

IOM: Hampir 8.000 Migran Meninggal atau Hilang pada 2025

Polsek Firdaus Resmi Ganti Nama Jadi Polsek Sei Rampah

KBRI Tokyo Pantau WNI Pascagempa M 7,4 di Jepang, Imbau Jauhi Pantai

Ini 42 Negara Bebas Visa untuk WNI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita April 3, 2026 April 3, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Percepat Layanan, BPJS Kesehatan Bakal Gunakan AI
Next Article Kondisi Gedung Pasar Marelan ” Sepi Pembeli Ditengah Keramaian Pedagang”
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

PAC.Pemuda Pancasila Medan Marelan Buka Pendaftaran Calon Ketua Periode 2026-2029
HOME Medan POLITIK
Suplai Terganggu, Listrik Jakarta Padam
NASIONAL
Ketua KNTI Sumut M.Isa Al Basir Sambut Baik Silaturahmi Kapolres Pelabuhan Belawan “Berkomitmen Bersama Jaga Kamtibmas”
HOME KRIMINAL Medan
Wagub Sumut Terima Kunker Komisi VIII DPR RI,Dorong Sinergi Perkuat Layanan Sosial hingga Kebencanaan
Medan
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?