Medan, -Ratusan mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Senin (22/6/2026).
Dalam aksinya mereka menyuarakan empat tuntutan utama. Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjamin kualitas pelaksanaan, transparansi anggaran, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, massa juga meminta pemerintah memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan ekspor, mengurangi ketergantungan impor, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta menghadirkan harga bahan bakar minyak yang terjangkau bagi rakyat.
Dalam isu lingkungan mereka menuntut pembentukan Satuan Tugas Khusus Mafia Tanah di Sumatera Utara, penghentian alih fungsi lahan produktif, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.
Dalam orasinya Mujizat Silalahi, meminta pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Program MBG, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan program Sekolah Rakyat.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak revisi Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri guna mengembalikan supremasi sipil, menjaga stabilitas nilai rupiah, harga BBM, dan bahan pokok, serta meminta percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.

