Kuala Lumpur,- Sejak meletusnya Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel banyak kapal tanker yang tertahan di Teluk Arab/ Teluk Persia. Kapal-kapal itu tidak bisa keluar karena tidak bisa melewati selat Hormuz.
Iran yang menguasasi selat Hormuz kemudian secara bertahap mengizinkan sejumlah kapal milik negara tertentu keluar membawa minyak dan gas alam. Salah satu negara yang kapal tankernya dizinkan keluar adalah Malaysia.
Ada tujuh kapal tanker Malaysia yang mendapat izin dari Iran. Salah satunya milik perusahaan minyak pemerintah Malaysia: Petronas.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkap percakapannya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu. Ini terkait lolosnya tujuh kapal tanker Malaysia yang sempat tertahan di Selat Hormuz, Iran.
Kisah tersebut disampaikan Anwar saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat Malaysia di Johor Bahru, Minggu, 5 April 2026. Ia menyebut hubungan baik Malaysia dengan Iran kini mulai menunjukkan manfaat nyata bagi Negeri Jiran.
“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” ujar Anwar.
Anwar mengaku pernah mendapat kritik karena dianggap terlalu dekat dengan Iran. Menurut sejumlah pihak, Malaysia seharusnya menjaga hubungan dengan Amerika Serikat mengingat posisi negara itu sebagai mitra dagang.
Ia menuturkan kritik tersebut menyebut Malaysia sebagai negara kecil yang berisiko mendapat tekanan jika terlalu akrab dengan Iran. Namun, menurut Anwar, menjaga hubungan baik dengan semua negara justru membawa keuntungan bagi Malaysia.
Anwar menjelaskan, dirinya sempat berdiskusi dengan Presiden Iran terkait konflik dan isu global. Kemudian, ia menyinggung tujuh kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz.
“Saya telepon sekali saja, saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan, dia bilang, ‘ya, oke’. Saya minta tolong bantu, dan saat itu juga dia bilang akan memerintahkan agar kapal Malaysia segera dilepaskan,” kata Anwar.
Ia menyebut Presiden Iran bahkan memberikan jaminan langsung bahwa kapal milik Petronas dan kapal Malaysia lainnya akan diizinkan melintas. Agar pasokan minyak bisa sampai ke Malaysia.
Meski diplomasi berhasil, Anwar mengatakan masih ada pihak oposisi yang mengkritik pemerintahnya. Karena, harga bahan bakar minyak dianggap tetap tinggi.
Ia mengakui biaya pengiriman dan asuransi kapal memang meningkat dibanding bulan sebelumnya. Namun, menurutnya kondisi tersebut masih lebih baik dibanding negara lain yang sampai harus melakukan penjatahan BBM akibat kekurangan pasokan.
“Setidaknya (kita) ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan,” katanya.
Anwar menegaskan keberhasilan tersebut bukan semata karena dirinya. Melainkan karena prinsip dan pendirian kabinet Malaysia dalam menjalankan diplomasi luar negeri.
Ia juga menilai tidak banyak pemimpin dunia yang bisa langsung berbicara langsung dengan Presiden Iran. Apalagi mendapat jaminan keamanan kapal secara cepat.
“Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet dan prinsip negara kita. Kita harus teruskan hal seperti ini,” ujarnya.
Anwar Ibrahim adalah Perdana Menteri Malaysia sejak tahun 2022. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada masa pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad 1993-1998.
Anwar Ibrahim lahir di Pulau Pinang, Malaysia 10 Agustus 1947. Ayahnya bernama Abdul Rahman adalah seorang pelayan dari sebuah rumah sakit.
Pemerintah Malaysia saat ini sedang menjabat sebagai ketua Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) sejak 2025. Malaysia tidak ikut sebagai anggota Dewan Perdamaian (“Board of Peace”) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

