Jakarta-Pemerintah menargetkan tidak ada lagi pengungsi di tenda darurat saat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Para pengungsi merupakan korban bencana banjir bandang di Sumatra pada 2025.
“Kita berharap bahwa tren ini akan terus berkurang hingga pelaksanaan Idulfitri yang akan datang. Sehingga kita optimis bahwa semua pengungsi ini akan terus berkurang menempati Huntara sehingga kita tidak melihat lagi nanti ada pengungsi di tenda,” Juru bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Amran, dalam keterangan pers di Kementerian Dalam Negeri, Senin, 9 Maret 2026.
Amran mengatakan jumlah pengungsi trennya mengalami penurunan. Ia mencontohkan awal kejadian bencana jumlah pengungsi mencapai 2.178.269 kepala keluarga (KK).
“Saat sekarang ini kami menghitung dari dua hari yang lalu total pengungsi berkurang ya . Hingga hari ini sebanyak 428 KK,”katanya.
Selanjutnya, dua hari lalu di Aceh terdapat 2.099 KK, kemudian saat ini berkurang menjadi 1.695 KK. Adapun untuk Sumatra Utara, menyisakan 177 KK atau berkurang dari sebelumnya 201 KK.
“Kalau di Aceh, ada pengurangan 404 KK yang sudah beralih ke huntara, kalau Sumatra Utara ada pengurangan 24 KK. Sehingga secara total, saat sekarang ini ada 1.872 KK yang masih ada di tenda pengungsian dan telah berkurang 428 KK selama dua hari,”ujarnya.
Ia juga memastikan kebutuhan logistik para pengungsi mencukupi. Bantuan dari Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan swadaya dari masyarakat.
“Kebutuhan logististik sudah dibantu Kementerian Sosial, ada bantuan jaminan hidup, dari BNPB ada bantuan. Semua kami dorong, tentu ada bantuan dari masyarakat yang dikoordinasikan oleh Posko Satgas di Aceh,”kata Amran.

