By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Pemerintah Akan Hentikan Impor Garam pada 2029
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Pemerintah Akan Hentikan Impor Garam pada 2029

Editor
Editor Published September 4, 2026
Share
SHARE

Jakarta,-Pemerintah menargetkan penghentian impor garam pada 2029 sejalan dengan peningkatan produksi nasional secara bertahap. Kepala Bakom ( Badan Komunikasi) Muhammad Qodari menyebut produksi ditargetkan mencapai 2,5 juta ton pada 2026, 3,5 juta ton pada 2027, dan 5 juta ton pada 2029.

Direktur Sumber Daya Kelautan KKP, Frista Yorhanita, mengatakan pengurangan impor dilakukan secara bertahap. Pemerintah menargetkan swasembada garam paling lambat pada 2029.

“Pemerintah itu secara bertahap akan mengurangi impor. Di 2029 kita harapkan paling lambat kita sudah swasembada garam,” ujar Frista di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Frista, peningkatan produksi melibatkan petambak garam, pelaku usaha, serta badan usaha milik negara. Seluruh sektor tersebut diharapkan meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Produksi garam rakyat masih banyak menggunakan sistem evaporasi terbuka yang dipengaruhi cuaca dan iklim. Kondisi tersebut membuat produksi dapat menurun ketika curah hujan tinggi dan iklim tidak mendukung.

Frista mengatakan pengelolaan secara tradisional juga membuat produksi garam belum optimal. Pemerintah kemudian meningkatkan kualitas petambak melalui pelatihan dan penerapan standar produksi.

“Garam konsumsi kita sebetulnya sudah swasembada sejak 2014. Yang sekarang banyak diimpor adalah garam industri,” katanya.

Garam industri yang diimpor digunakan untuk kebutuhan aneka pangan, CAP, dan farmasi. Industri tersebut membutuhkan garam dengan spesifikasi tinggi dan pasokan yang cukup secara berkelanjutan.

Pemerintah mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau K-SIGN di Rote Ndao, NTT. Kawasan tersebut ditargetkan mencapai 2.000 hektare untuk mendukung peningkatan produksi garam nasional.

Tahap pertama K-SIGN seluas 616 hektare telah selesai dan memasuki uji coba produksi. Tahap kedua seluas 751 hektare juga tengah dikembangkan oleh KKP, dengan panen perdana ditargetkan November 2026.

Secara keseluruhan, kawasan garam Rote Ndao akan dikembangkan pada area seluas 10.764 hektare. KKP mengembangkan sekitar 2.000 hektare melalui kerja sama pemanfaatan lahan milik masyarakat.

K-SIGN diproyeksikan memiliki produktivitas hingga 200 ton garam per hektare setiap tahun. Dengan pengembangan 10.000 hektare, kawasan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar dua juta ton garam.

Di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendukung percepatan pengembangan K-SIGN di Rote Ndao. Menurutnya, peningkatan produksi penting agar kebutuhan garam dapat dipenuhi dari dalam negeri.

“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati masyarakat kita sendiri. Kita akan percepat,” ujar Zulkifli.

Pemerintah berharap peningkatan produksi nasional dapat memenuhi kebutuhan garam konsumsi dan industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghentikan impor garam dan mewujudkan swasembada nasional.

You Might Also Like

BGN Efisiensi Rp30 Triliun untuk Program MBG Tahun 2027

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Wagub Surya Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias, Angkat Ekonomi dan Pariwisata

Pj Sekdaprov Sumut Tekankan APBD Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Whoosh Berikan Diskon Gede

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 4, 2026 September 4, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG
Next Article BGN Efisiensi Rp30 Triliun untuk Program MBG Tahun 2027
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Meteran Air PAM Milik Dinas PUTR Sergai
KRIMINAL
BGN Efisiensi Rp30 Triliun untuk Program MBG Tahun 2027
EKONOMI
Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG
NASIONAL
Fabregas Dinobatkan Jadi Pelatih Terbaik Serie A
OLAHRAGA
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?