By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Narkoba Mulai Jerat Anak-anak di Asahan, Bocah SD Diduga Dicekoki Sabu
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KRIMINAL

Narkoba Mulai Jerat Anak-anak di Asahan, Bocah SD Diduga Dicekoki Sabu

berita
berita Published August 16, 2026
Share
SHARE

Ashan,-Peredaran gelap narkotika di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kian mengkhawatirkan. Peredaran sabu kini diduga telah menyasar anak-anak di bawah umur, mulai dari siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Di Kecamatan Kisaran Timur, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, sebut saja Putra, diduga terpapar narkotika jenis sabu setelah diduga menjadi korban bujuk rayu dan jebakan bandar narkoba.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Putra yang masih duduk di kelas 6 SD mengalami perubahan perilaku setelah pulang bermain. Keluarga bahkan sempat mendapati anak tersebut mengalami kejang-kejang serta menunjukkan gejala yang diduga menyerupai sakau atau putus zat.

Kepada keluarganya, Putra mengaku pernah dibawa oleh pelaku untuk membeli narkotika. Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Lembaga Pemerhati Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (LPPAI) Kabupaten Asahan.

Ketua LPPAI Kabupaten Asahan, Suyono SW, membenarkan adanya informasi mengenai anak SD yang diduga terpapar narkoba tersebut.

“Kami turun langsung ke rumah anak sekolah dasar tersebut setelah mendapatkan informasi bahwa dia dicekoki narkoba,” ujar Suyono, dikutip dari pemberitaan Tribun Medan, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Suyono, anak tersebut diduga awalnya dibujuk dan diberikan iming-iming tertentu oleh pelaku hingga akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

LPPAI Asahan kini berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Asahan untuk melakukan asesmen serta pemulihan terhadap korban.

“Rehabilitasi yang mendesak dilakukan adalah pendampingan secara psikis dan mental agar anak ini bisa lepas dari lingkaran negatif tersebut,” katanya.

Kasus anak yang diduga terpapar narkoba juga ditemukan di Kecamatan Bandar Pulau. Seorang siswa SMP diduga diperdaya dan dieksploitasi oleh bandar narkoba untuk menjadi kurir dalam mengedarkan sabu.

Suyono menilai pola tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkoba mulai menyasar anak-anak sebagai kelompok yang rentan dipengaruhi dan dimanfaatkan.

Kekhawatiran semakin besar karena terdapat dugaan anak tersebut berpotensi bergeser dari korban menjadi bagian dari jaringan peredaran narkoba.

Kecurigaan itu diperkuat oleh pengakuan nenek korban yang menyebutkan cucunya kerap membawa pulang uang dalam jumlah cukup banyak tanpa diketahui sumbernya.

“Kasus seperti di Bandar Pulau menunjukkan pola yang sama, di mana anak SMP diperdaya untuk menjual sabu-sabu,” ujar Suyono.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penanganan tidak cukup hanya dengan menindak bandar, tetapi juga harus memastikan anak-anak yang menjadi korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan.

Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas P2KBP3A bersama Polres Asahan didorong segera mengambil langkah konkret, mulai dari pencegahan, pendampingan dan rehabilitasi korban hingga penindakan tegas terhadap bandar yang diduga menjadikan anak sebagai sasaran maupun alat untuk menjalankan bisnis narkoba.

“Jangan sampai cita-cita mewujudkan Indonesia Emas justru berubah menjadi Indonesia cemas akibat generasi mudanya dirusak narkoba,” pungkas Suyono.

You Might Also Like

Sidang Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri di PN Medan Ditunda, Begini Alasannya !!!

Sikat Pelaku Curat-Curas, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485

Kasus Lapas Cibinong, 55 Warga Binaan Diperiksa

Poliisi Gulung Sindikat Narkoba Etomidate Rp127,5 Miliar

Polisi Tangkap Dua Tersangka Pembunuh Dosen ITB Kabanjahe

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita August 16, 2026 August 16, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Mertua-Menantu Kompak Edarkan Sabu Lewat Jendela Rumah di Percut Sei Tuan
Next Article Buntut Keracunan MBG di Berastagi, Kepala SPPG Diusulkan Dipecat Tidak Hormat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Sidang Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri di PN Medan Ditunda, Begini Alasannya !!!
HOME KRIMINAL Medan
Sikat Pelaku Curat-Curas, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485
HOME KRIMINAL Medan
Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital
HOME Medan PENDIDIKAN
Marina Bay Sands Sambut Musim Balap Bersama Scuderia Ferrari HP dan Lewis Hamilton
Hiburan
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?