Jakarta, -Pihak kepolisian memprediksi kepadatan volume kendaraan arus balik akan mencapai puncaknya pada tanggal 24 Maret 2026. Masyarakat diharapkan segera merencanakan jadwal kepulangan lebih awal untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan tol.
Melansir dari situs humas polri, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Data menunjukkan sebanyak 2.007.253 unit kendaraan tercatat telah meninggalkan wilayah Jakarta hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes. Pol. Marupa Sagala mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan balik. Langkah ini bertujuan agar pergerakan kendaraan pemudik menuju arah Jakarta dapat dilakukan secara bertahap dan terencana.
“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA. Dengan demikian, perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” ujar Marupa di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2026.
Pemerintah juga menyediakan stimulus berupa potongan harga tiket tol untuk mendorong efisiensi perjalanan para pemudik. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas pada periode puncak arus balik yang telah diprediksi.
“Manfaatkan kebijakan diskon tarif tol pada 26 hingga 27 Maret 2026. Dengan demikian, perjalanan menjadi lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” kata Marupa.
Polri melaporkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama sepuluh hari pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan kondusif. Namun sektor lalu lintas masih mencatat adanya 292 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati. Masyarakat juga diminta mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ucap Marupa.
Pengelola tempat hiburan juga diingatkan untuk senantiasa memperhatikan kapasitas maksimal pengunjung demi menjaga standar keamanan. Marupa menekankan bahwa keselamatan nyawa pengunjung merupakan prioritas utama selama aktivitas wisata pada momen Lebaran berlangsung.
“Kami mengingatkan pengelola dan masyarakat untuk selalu memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan. Dengan demikian, aktivitas wisata dapat berjalan aman dan nyaman,” ujar Marupa.
Rekayasa lalu lintas satu arah atau ‘one way’ akan diberlakukan mulai tanggal 23 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan mulai dari Kilometer 421 Tol Semarang-Solo sampai Kilometer 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Petugas kepolisian juga akan menerapkan sistem ‘contraflow’ pada Kilometer 70 Cikampek hingga Kilometer 47 Karawang Barat. Skema arus pasang surut ini direncanakan berlangsung mulai 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Aturan ganjil-genap tetap diberlakukan pada Kilometer 414 Tol Semarang-Batang menuju arah Jakarta untuk menekan volume kendaraan. Aturan tersebut berlaku pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB KM 414.

