By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: IDI Sebut Jumlah Dokter Cukup, Hanya Distribusi Tak Merata
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

IDI Sebut Jumlah Dokter Cukup, Hanya Distribusi Tak Merata

Editor
Editor Published July 7, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Slamet Budiarto, mengungkapkan permasalahan distribusi dokter di Indonesia. Menurutnya, distribusi dokter yang tidak merata adalah faktor utama kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas. “Jumlah dokter sebenarnya cukup. Namun distribusi yang tidak merata menyebabkan kekurangan,” kata Slamet Budiarto, Sabtu (6/7/2024).

Slamet Budiarto menekankan bahwa pemerintah harus memiliki kemauan kuat untuk mengangkat dokter di daerah terpencil. Menurutnya, kurangnya dokter di puskesmas terjadi karena pemerintah belum maksimal mengangkat dokter. “Jika pemerintah berkomitmen, masalah kekurangan dokter bisa diatasi. Angkat dokter di Puskesmas terpencil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Slamet menyatakan bahwa pemerintah pusat harus bertanggung jawab mengangkat dokter di puskesmas. Dia berpendapat bahwa rasio dokter sebenarnya sudah cukup, namun distribusi yang kurang tepat. Slamet Budiarto juga mengungkapkan bahwa insentif bagi dokter di daerah terpencil masih sangat minim.

Menurutnya, insentif yang rendah menyebabkan dokter enggan ditempatkan di daerah terpencil. Ia juga menyoroti pentingnya regulasi yang lebih baik untuk mendukung distribusi dokter. Regulasi yang kuat diharapkan dapat memastikan bahwa setiap daerah mendapatkan tenaga kesehatan yang memadai.

You Might Also Like

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia

Ancaman Karhutla Belum Berakhir, BMKG Prediksi Cuaca Kering hingga 24 Oktober

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah

Blackout di Batam, Ini Perintah Presiden

232 Satwa Liar Korban Karhutla di Enam Provinsi Berhasil Diselematkan

TAGGED: Dokter, IDI, Nasional

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 7, 2024 July 7, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Inggris Melaju ke Semifinal Usai Singkirkan Swiss
Next Article Sempat Dikabarkan Hilang, WNI di Jepang Ternyata Terjerat Kasus Narkoba
256 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Datuk Iskandar Muda Desak Benahi Lampu Jalan, Percepat Proyek Infrastruktur, dan Tertibkan Retribusi Sampah
Medan
Selamat & Sukses, Dodi Tongat Sitepu Terpilih Ketua SPTN “Tegaskan Transparansi, Solidaritas, dan Akuntabilitas Organisasi
HOME Medan POLITIK
Cristiano Ronaldo Disanksi 30 Hari Larangan Bermain dan Denda 255 Euro
OLAHRAGA
Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026,Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun
EKONOMI
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?