Gempa M7.4 yang terjadi di Chocó, Kolombia pada 10 Agustus 2026 memiliki kedalaman sekitar 107 km. Artinya, gempa ini termasuk gempa menengah. Tapi kedalaman 100 km lebih bukan berarti gempanya otomatis tidak berbahaya.
M7.4 adalah gempa yang sangat besar dan melepaskan energi dalam jumlah sangat besar. Energi tersebut tetap dapat menjalar ke permukaan dan dirasakan hingga wilayah yang jauh dari sumber gempa.
Gempa ini terjadi di dalam Lempeng Nazca yang sedang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Tekanan yang terakumulasi di dalam lempeng akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang seismik.
Selain itu, gempa sebesar ini bukan hanya terjadi pada satu titik. Bidang sesarnya dapat mencapai sekitar 105 × 15 km. Jadi, area batuan yang mengalami pergeseran juga sangat luas.
Inilah yang membuat guncangannya bisa dirasakan di wilayah yang sangat luas dan tetap berpotensi merusak bangunan yang rentan.
Memang, gempa dengan kedalaman 107 km umumnya memiliki karakter guncangan yang berbeda dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo yang sama. Tetapi besarnya energi yang dilepaskan tetap membuat gempa ini mampu menghasilkan guncangan yang signifikan.
Jadi, jangan hanya melihat kedalamannya.
Dalam sebuah gempa, magnitudo, kedalaman, mekanisme sesar, jarak dari sumber, kondisi tanah, dan kualitas bangunan semuanya ikut menentukan seberapa besar guncangan yang dirasakan dan kerusakan yang terjadi.

