By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Gelombang Panas Paksa Sejumlah Negara di Asia Ubah Sementara Sistem Pembelajaran Anak Sekolah
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Gelombang Panas Paksa Sejumlah Negara di Asia Ubah Sementara Sistem Pembelajaran Anak Sekolah

Editor
Editor Published May 5, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Gelombang panas dengan rekor suhu panas tertinggi hingga 40-50 derajat celcius, menyelimuti negara-negara di Asia Selatan dan Tenggara. Gelombang panas tersebut, membuat beberapa negara mengubah sementara sistem pembelajaran anak sekolah, seperti, Filipina, India, dan Kamboja.

Mengutip laman Skynews, para siswa di Filipina dan India terpaksa diminta untuk tinggal di rumah. Para pelajar diminta melakukan proses belajar mengajar jarak jauh demi mengurangi risiko kesehatan serius.

Sementara, sekolah-sekolah di Kamboja telah mengurangi jam operasionalnya. Menurut ahli meteorologi Kamboja, suhu terpanas terjadi dalam 170 tahun terakhir hingga mencapai 43C (109F).

Lalu, suhu panas di Bangkok, Thailand, telah mencapai 40C (104F). Berdasarkan indeks panas suhu telah mencapai 50C (122F) karena panas terperangkap di antara massa bangunan.

“Peningkatan panas menempatkan anak-anak pada risiko banyak penyakit yang berhubungan dengan panas. Dan, bahkan bisa menyebabkan kematian,” kata juru bicara UNICEF, Minggu (5/4/2024).

UNICEF menyebutkan, sekitar 243 juta anak terpapar gelombang panas. Bahkan sedikitnya, 30 orang di Thailand dilaporkan meninggal karena serangan panas dalam sebulan terakhir.

Kemudian beberapa kota di Myanmar masuk dalam daftar tempat terpanas secara global, dengan suhu mencapai 48,2C (118F). Direktur Earth Observatory di Singapura, Benjamin Horton, mengatakan ada tiga faktor penyebab gelombang panas.

Faktor pertama, yakni fenomena iklim alami yang dikenal sebagai El Nino, peningkatan suhu global. Kemudian, perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

You Might Also Like

Festival Media Selat Malaka Bahas Dampak Rokok melalui Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla

Fesmed Selat Malaka 2026, Di Balik Gemerlap Investasi AI, Ada “Biaya Ekologis” yang Perlu Dikawal

Hari Ketujuh, Tiga Kapal Negara Kemenhub Cari Korban KM Virgo Transport 8

MUI Kota Tebingi Tinggi Mendukung Penuh Tablig Akbar Bersama Habib Rizieq Shihab

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor May 5, 2024 May 5, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Jadi Pengedar Sabu, Wanita Paruh Baya Diamankan
Next Article FIFA Pastikan Siaran Langsung Indonesia Vs Guinea
199 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Rico Waas: Pemko Medan Perluas Basis Penerimaan Pajak dan Retribusi
EKONOMI
Bawa Nama Indonesia, Rico Waas Lepas 10 Pelajar Medan ke Ipoh Malaysia
PENDIDIKAN
VFS Global Meluncurkan Layanan Visa Belanda di Makassar, Medan, dan Ambon, Pemohon Tak Perlu Lagi ke Jakarta
TEKNOLOGI
Ditemukan di Simpang Tol Teluk Mengkudu, Sat Binmas Polres Sergai Evakuasi Bocah 10 Tahun ke Dinas Sosial
HOME
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?