Jakarta ,-PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan, ada sebanyak empat kapal Pertamina yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah. Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita memastikan, kapal tersebut berada dalam kondisi aman di tengah dinamika situasi kawasan Timur Tengah.
Vega menyampaikan, PIS secara proaktif melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (ship management). Komunikasi juga dilakukan dengan otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi risiko.
Selain itu, sebanyak 30 orang pekerja dan keluarga yang bertugas di kantor cabang PIS Middle East (PIS ME) di Dubai, Uni Emirat Arab juga dipastikan aman. Ia menyebut, mereka berada dalam kondisi aman di tengah dinamika situasi kawasan Timur Tengah.
“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman. Lerusahaan terus memantau situasi di Dubai,” ujar Vega dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin 2 Maret 2026.
Vega menegaskan, fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan pekerja, dan kru kapal. Serta keamanan operasional armada yang beroperasi di jalur strategis kawasan Timur Tengah.
Terkait posisi armada, PIS melaporkan terdapat empat kapal yang sedang berada di kawasan Timur Tengah. Antara lain yakni, Kapal Gamsunoro yang tengah proses loading di Khor al Zubair, Irak.
Kemudian, Kapal Pertamina Pride yang telah selesai loading dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal PIS Rinjani yang sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab.
PIS juga terus menjalin komunikasi intensif. Serta mematuhi imbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Dubai.
Terakhir, adalah Kapal PIS Paragon yang tengah melakukan ĺ di Oman. Perusahaan memastikan terus memantau kondisi keamanan keempat kapal tersebut secara ketat.
Dari empat kapal tersebut, dua kapal masih berada di dalam area teluk, yakni Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK dan Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya dipantau secara real time guna memastikan kondisi keamanan.
“Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega.
PIS menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. Guna memastikan keselamatan pekerja serta kelancaran operasional armada distribusi energi.

