By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan

berita
berita Published June 30, 2026
Share
SHARE

Medan,-Menjadi kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian bukan berarti pasrah terhadap ancaman krisis pangan, melainkan harus menciptakan sebuah solusi untuk memastikan agar pasokan pangan bisa tetap tersedia.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Rakernas APEKSI ke-XVIII tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Grand Inna Medan, Senin (29/6/2026).

Turut hadir membuka acara tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. Selain itu hadir juga, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam serta Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto,

Dalam sambutannya, Rico Waas menyadari Kota Medan bukan merupakan daerah penghasil pangan. Dengan keterbatasan itu, Rico Waas menilai pentingnya sinergitas dengan daerah sekitar. Ia juga sempat berkaca dari pengalaman lonjakan harga cabai beberapa waktu lalu yang turut mempengaruhi inflasi daerah. Oleh sebab itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu kini memperkuat kerja sama dengan kabupaten penyangga seperti kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai untuk menjaga pasokan kebutuhan pangan.

“Kuncinya adalah kolaborasi antardaerah untuk memastikan jalur distribusi pangan dari daerah penghasil masuk ke Medan tanpa hambatan,” kata Rico Waas.

Melalui forum ini, Rico Waas juga menyatakan bahwa Pemko Medan ingin belajar banyak dari kota-kota lain, seperti Bandung, Depok, dan Surakarta yang telah sukses menerapkan sistem smart Farming, dan Urban Farming. Maka dari itu, forum ini menjadi sharing session untuk menghadirkan solusi dan mengambil langkah konkret dalam menjaga kestabilan pangan dan juga inflasi daerah.

​”penting sekali untuk kita membuat strategi-strategi kreatif dari kota-kota kita. Karena kota ini sejatinya adalah hubdari ekonomi provinsinya ataupun kabupaten/kota sekitar. Kita tidak membuat produksi, tapi bisa jadi kita yang mengelola produksi dari yang lain,”ujar Rico Waas.

Sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI ke-XVIII, Rico Waas juga berharap forum ini menjadi bagian dalam menghasilkan solusi konkret menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan urbanisasi.

​Hari ini Rakernas APEKSI membawa tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”. Kami mendorong seluruh kota yang ada di Indonesia bagaimana menciptakan ketangguhan secara ekonomi, fiskal, dan juga permasalahan ketahanan pangannya. Karena ini akan membawa efek kepada seluruh kita semua yang ada di Indonesia. Apabila ketahanan pangan kita baik, kota kita tangguh, ekonomi kita tangguh, kita akan bisa berjuang membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan,”pungkas Rico Waas.

Sementara itu Dalam keynote speech bertajuk “Indonesia di Simpang Jalan Menuju 2045”, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan seluruh Wali Kota yang hadir bahwa Indonesia sedang berada di momentum krusial Bonus Demografi yang memiliki batas kedaluwarsa sekitar tahun 2038 hingga 2040.

“​Jika kota-kota di Indonesia gagal menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau, generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha tidak akan tumbuh menjadi manusia yang tangguh. Akibatnya, Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju,”jelas Bima Arya.

​Untuk itu Bima Arya menginstruksikan agar konsep kerja sama ke depan bergeser dari sekadar kolaborasi biasa menjadi co-creation, dimana pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat duduk bersama merancang ekosistem pangan dari hulu ke hilir sejak awal perencanaan.

“semua harus dilibatkan mulai dari perencanaan, duduk bersama-sama. Itu yang namanya co-creation,”Tegas Bima Arya.

​Wamendagri Bima Arya juga memuji kepemimpinan anak-anak muda seperti Rico Waas yang dinilai responsif terhadap berbagai isu. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kota Medan menempati peringkat kedua secara nasional untuk komitmen alokasi APBD tertinggi di sektor pangan bagi tingkat pemerintah kota.

Anggaran ini dialokasikan secara terukur untuk ​memperlancar dan mensubsidi jalur distribusi logistik, ​memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah, ​menggelar operasi pasar secara berkala guna mengintervensi harga saat terjadi lonjakan, serta ​sinergi pembiayaan bersama Bulog dan BUMD pangan.

​”Saya sangat mengapresiasi Kota Medan yang komitmen anggarannya nomor dua tertinggi. Ini bukti bahwa kepala daerahnya, meski masih muda dan berlatar belakang modern, memiliki kepedulian luar biasa terhadap urusan isi meja makan warganya,” puji Bima Arya yang menilai Rico Waas sebagai pemimpin daerah yang visioner.

You Might Also Like

Perjuangkan Tambahan TKD untuk Daerah Terdampak Bencana, Bobby Nasution Minta Kepastian Acuan Anggaran 2027

Pak Wagiman Tukang Sol Sepatu, Tetap Rendah Hati Meskipun Sebentar Lagi Jadi Milyuner, Begini Alasannya !!!

Dorong Pergerakan Ekonomi Rakyat, CitraLand City Sampali Gandeng UMKM Lokal di Festival Kuliner Merah Putih

Peneliti UGM Ungkap Pengangguran Muda Meningkat karena Lowongan Terbatas

Gubernur Bobby Nasution Minta Kepala Daerah se-Kepulauan Nias Percepat Usulan BKP 2027

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita June 30, 2026 June 30, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Mendiktisaintek Resmikan Universitas Satya Terra Bhinneka, Wakil Wali Kota Medan Berharap Jadi Jembatan Sukses Anak Kurang Mampu
Next Article Satpol PP Sumut Ambil Alih Pengamanan Sidebuk Debuk, Patroli 24 Jam
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Kapolresta Deli Serdang Pimpin Sertijab Kabag Log dan Tiga Kapolsek
HOME KRIMINAL
Perjuangkan Tambahan TKD untuk Daerah Terdampak Bencana, Bobby Nasution Minta Kepastian Acuan Anggaran 2027
EKONOMI
HUT ke-81 RI, Pemprov Sumut Percepat Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Terluar
Medan
Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
Medan
- Advertisement -
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?