By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: China Wajibkan Influencer Tunjukkan Gelar Akademik Sebelum Bahas Topik Profesional
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
TEKNOLOGI

China Wajibkan Influencer Tunjukkan Gelar Akademik Sebelum Bahas Topik Profesional

berita
berita Published October 18, 2025
Share
SHARE

Pemerintah China memberlakukan peraturan baru yang mewajibkan para influencer dan kreator konten untuk menunjukkan gelar atau sertifikasi akademik sebelum mengunggah konten yang berkaitan dengan bidang profesional seperti kedokteran, hukum, pendidikan, keuangan, dan kesehatan.

Aturan tersebut diperbarui pada 10 Oktober 2025 oleh Administrasi Radio dan Televisi Negara (NRTA) bersama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China. Tujuannya adalah untuk memerangi penyebaran misinformasi sekaligus meningkatkan kualitas konten yang beredar di dunia maya.

Berdasarkan pedoman baru itu, platform media sosial diwajibkan memverifikasi kredensial pengguna sebelum mengizinkan mereka mengunggah konten bertema profesional. Pelanggaran terhadap kebijakan ini dapat berujung pada denda hingga 100.000 yuan (sekitar US$14.000) atau bahkan penutupan akun yang bersangkutan.

Langkah ini menuai beragam tanggapan dari publik. Sebagian pihak mendukung kebijakan tersebut karena dinilai mampu menekan penyebaran informasi palsu di ruang digital. Namun, tidak sedikit pula yang menilai aturan ini dapat membatasi kebebasan berekspresi serta mempersempit ruang bagi kreator independen untuk berbagi pengetahuan.

Sejumlah platform besar, termasuk Douyin (versi Tiongkok dari TikTok), telah mulai menyesuaikan sistem mereka untuk memenuhi persyaratan baru tersebut. Dengan kebijakan ini, pemerintah China berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab dan kredibel di tengah derasnya arus informasi daring.

You Might Also Like

VFS Global Meluncurkan Layanan Visa Belanda di Makassar, Medan, dan Ambon, Pemohon Tak Perlu Lagi ke Jakarta

Fesmed Selat Malaka 2026: Jurnalis Didorong Kuasai OSINT demi Perkuat Verifikasi dan Keamanan

NASA dan IBM Manfaatkan AI untuk Meneliti Bulan

Perluas Jangkauan Wi-Fi di Rumah, TP-Link Hadirkan RE225BE dengan Teknologi Wi-Fi 7

Smart Glasses Kini Makin Populer

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita October 18, 2025 October 18, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pemprov Sumut Terus Optimalkan Penyelesaian Masalah Pertanahan
Next Article Polresta DS Launching Pamapta dan Penyerahan Mobil Patroli
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

de La Fuente Bidik Piala Dunia 2030
OLAHRAGA
2027, Murid TK Tidak Mampu DApat Program PIP Rp450 Ribu/Tahun
NASIONAL
Karhutla Ancam Habitat Gajah Sumatra
NASIONAL
Jasad Surakman ABK Kapal Jurnalis Selat Sunda Ditemukan di Bengkulu
NASIONAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?