By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: BMKG Sebut Gempa Sumedang Disebabkan Sesar Baru
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

BMKG Sebut Gempa Sumedang Disebabkan Sesar Baru

Editor
Editor Published January 9, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mengidentifikasi adanya sesar baru yang menjadi penyebab gempa Sumedang. Sesar baru penyebab gempa pada 31 Desember 2023 lalu tersebut diketahui belum pernah terpetakan sebelumnya.

“Memperhatikan sebaran gempabumi susulan, tatanan tektonik, dan analisis mekanisme sumbernya, gempa bumi tersebut disebabkan oleh Sesar Aktif yang melewati Kota Sumedang yang semula belum terpetakan. Untuk selanjutnya sesuai analisis data seismisitas BMKG disebut Sesar Sumedang,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Sebelumnya, Kabupaten Sumedang diguncang gempa berkekuatan 4,8 magnitudo dengan lokasi episenter pada koordinat 6,85 derajat Lintang Selatan dan 107,94 derajat Bujur Timur. Atau tepatnya di darat pada jarak 2 km Timur Laut dari pusat Kota Sumedang, Jawa Barat, dengan kedalaman pusat gempa 5 km dari permukaan bumi.

Berdasarkan analisa BMKG, gempa tersebut diawali dengan dua gempa pendahuluan, yang terjadi pada pukul 14.35 WIB berkekuatan M4,1 dan pukul 15,38 WIB berkekuatan M3,4. Kemudian diikuti beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara M2,4 – M4,5.

“Kabupaten Sumedang merupakan wilayah rawan gempa dengan sumber gempa berasal dari zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di Samudera Hindia. Selain itu juga beberapa sesar aktif di daratan yang sudah terpetakan, seperti Sesar Cimandiri, Sesar Cugenang, Sesar Lembang, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Baribis, Sesar Cicalengka, Sesar Cileunyi-Tanjungsari, Sesar Tomo dan Sesar Cipeles, serta beberapa sesar aktif lainnya yang belum terpetakan,” ujar Dwikorita memaparkan.

Gempa yang terjadi di Sumedang, merupakan gempabumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Gempa ini disebabkan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sumber merupakan kombinasi antara pergerakan mendatar dan naik (oblique thrust fault), berarah cenderung Utara-Selatan.

Hasil monitoring dampak kerusakan akibat gempa secara visual (makroseismik) dan dengan menggunakan peralatan akselerograf, menunjukkan bahwa guncangan gempa tersebut mencapai skala intensitas V-VI MMI (Modified Mercalli Intensity). Ini berarti guncangan kuat dan menimbulkan kerusakan, meski skala magnitudonya tidak terlalu besar.

“Berdasarkan Katalog Gempa Bumi Merusak dari BMKG, wilayah Sumedang sebelumnya telah mengalami gempabumi sebanyak dua kali. Yaitu pada tanggal 14 Agustus 1955 yang menyebabkan banyak kerusakan bangunan, dan pada tanggal 19 Desember 1972 dengan kekuatan M4,5 yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan longsoran,” ucap Dwikorita.

Gempa yang terjadi pada 31 Desember 2023 lalu tidak hanya dirasakan di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung saja. Namun juga dirasakan hingga Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, hingga Kabupaten Garut.

Menurut Dwikorita, BMKG telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang (BPBD), BNPB, SAR, dan Kementerian Sosial untuk menenangkan warga dengan memberikan literasi dan edukasi kegempaan. Serta langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah terjadinya gempa.

BMKG pun telah melakukan survei dan sejumlah kajian. Di antaranya survei seismisitas, survei makroseismik, survei mikrozonasi, survei deformasi, pemotretan udara dengan lidar, evaluasi morfotektonik, dan survei struktur sesar bawah permukaan.

“Sejumlah rumusan rekomendasi BMKG telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Rekomendasi tersebut adalah, pertama, evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang dengan mempertimbangkan Peta Zona Bahaya Gempa serta pelamparan sesar aktif (Sesar Sumedang). Kedua, evaluasi dan penerapan Building Code (aturan standar bangunan tahan gempa) berdasarkan Peta Mikrozonasi berbasis Peak Ground Acceleration (PGA),” kata Dwikorita.

Kemudian ketiga, edukasi dan sosialisasi kebencanaan yang berkesinambungan, terkait potensi bencana gempa maupun bahaya ikutannya, serta potensi bencana hidrometeorologi. Dan keempat, masyarakat harus terus didampingi dan diingatkan agar tidak terpengaruh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, gempa Sumedang mengakibatkan 10 orang luka-luka dan 138 rumah rusak yang tersebar di Kabupaten Sumedang, meliputi Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tanjungmedar, Tanjungkerta, Jatinangor, Pamulihan, Rancakalong, dan Surian. Serta Kabupaten Bandung, yakni Kecamatan Arjasari dan Cicalengka.

“BMKG siap mendukung penuh program edukasi dan literasi kebencanaan kepada masyarakat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar memonitor perkembangan informasi dari BMKG yang disampaikan melalui berbagai platform resmi, media atau melalui posko utama,” ujar Dwikorita.

“Kami pun melakukan survei untuk memetakan aktivitas dan sebaran gempabumi serta mengetahui secara detail penyebab utama terjadinya gempabumi tersebut, termasuk mengidentifikasi dan memvalidasi jalur sesar.”

You Might Also Like

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda

Pencarian Wartawan Hilang di Sekitar Krakatau Dilanjutkan Rabu ini

 177 Pesawat di Soetta Jalani Pemeriksaan

Kinerja OJK Sumut Dipertanyakan, PT.TSI Gugat Bank Mandiri Soal 54 Cek Diduga Palsu

Awas !!! Jalan Berlobang dan Berkubang di Jabatan Laut Dendang Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor January 9, 2024 January 9, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya Dikabarkan Masuk Perairan Sergai, Polisi: Hingga Saat Ini Tak Ada yang Terdeteksi
Next Article Polisi Tetapkan Tersangka Ibra Azhari Dalam Kasus Narkoba
305 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gubernur Bobby Usulkan 4 Skema Satukan Potensi Ekonomi 10 Provinsi se-Sumatera
EKONOMI
Mendagri Apresiasi Inisiatif Bobby Satukan 10 Gubernur se-Sumatera Perkuat Kolaborasi Pembangunan
Medan
IMT-GT Kembali ‘Menyala’, RE Nainggolan Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution
Medan
Bobby Nasution Tekankan Penguatan Ekonomi di Forum Gubernur IMT-GT ke-32
EKONOMI
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?