Halongonan,-Kisah Arjuman, siswa SMANSA Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, viral di media sosial. Dikenal ceria, aktif, dan baik hati, Arjuman ternyata menyimpan perjuangan berat melawan penyakit yang tak pernah ia keluhkan.
Yatim sejak kecil, Arjuman tumbuh bersama abangnya tanpa orang tua. Meski hidup serba terbatas, ia dikenal tangguh dan selalu tersenyum. Sejak kelas 2 SMA, Arjuman kerap mengeluh sakit kepala, namun tetap bersekolah dan bergaul seperti biasa. Bahkan saat rasa sakit semakin parah di kelas 3, ia memilih menahan nyeri dengan mengikat kepala, tanpa pernah mengungkapkan kondisi sebenarnya.
Menjelang semester dua, kondisinya memburuk hingga akhirnya koma dan dirawat di ICU. Setelah sempat ditolak beberapa rumah sakit, Arjuman mengembuskan napas terakhir pada Jumat (6/2/2026) sore. Kabar duka itu membuat sekolahnya diliputi tangis.
Fakta memilukan terungkap setelah kepergiannya: selama dua tahun Arjuman mengidap tumor otak dan menahan rasa sakit seorang diri. Ia memilih diam agar tak merepotkan siapa pun. Kini Arjuman telah pergi, meninggalkan duka mendalam dan kenangan tentang keteguhan seorang anak yang tersenyum hingga akhir hayatnya.

