Medan, -Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan, S.S.,M.H melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kota Medan, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyusul kembali terjadinya insiden pohon tumbang yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
Menurut Agus, peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan korban dan kerusakan kendaraan bukanlah kejadian pertama. Ia menilai lemahnya respons DLH terhadap berbagai laporan dan masukan masyarakat menjadi salah satu penyebab terus berulangnya kejadian serupa.
“Saya sudah beberapa kali mengingatkan DLH sebagai anggota DPRD untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang berisiko tumbang berdasarkan laporan dan masukan dari masyarakat. Namun, peringatan tersebut tidak ditanggapi secara sigap, padahal anomali cuaca belakangan ini snagat mengkhawatirkan, ” ujar Agus, Kamis (4/6/2026).
Agus mengungkapkan bahwa selama ini komunikasi dengan jajaran DLH Kota Medan, khususnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sangat sulit dilakukan. Bahkan, banyak laporan yang telah disampaikan kepada dinas tersebut tidak mendapat tindak lanjut yang memadai.
“Susah sekali berkomunikasi dengan tim DLH, khususnya Kadis DLH. Banyak laporan yang kita minta untuk mendapat atensi, tetapi kurang dari 10 persen yang dikerjakan. Itu pun harus berulang kali diingatkan dan dikejar,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya kinerja DLH dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perawatan pohon-pohon pelindung di Kota Medan. Padahal, keberadaan pohon yang sudah tua atau berpotensi tumbang seharusnya dapat dipetakan dan dilakukan tindakan pencegahan sejak dini.
Agus juga mempertanyakan tanggung jawab DLH atas berbagai kerugian yang dialami masyarakat akibat pohon tumbang, mulai dari korban luka hingga kerusakan kendaraan.
“Bagaimana tanggung jawab DLH terhadap jatuhnya korban, apalagi jika yang menjadi korban adalah anak-anak. Belum lagi kendaraan masyarakat yang hancur akibat tertimpa pohon. Ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan warga,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Agus meminta Wali Kota Medan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup. Menurutnya, apabila terbukti tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal, pimpinan dinas harus diganti demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya meminta Wali Kota Medan untuk mengevaluasi kinerja Kadis DLH. Jika memang tidak becus menjalankan tugas dan tidak mampu merespons kebutuhan masyarakat, sebaiknya dilakukan pergantian agar pelayanan publik dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya.

