By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Produksi Padi hingga Agustus Capai 43,89 Juta Ton
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Produksi Padi hingga Agustus Capai 43,89 Juta Ton

berita
berita Published October 5, 2026
Share
SHARE

Medan,-Produksi padi Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan capaian tersebut dihitung berdasarkan luas panen dan produktivitas padi. Penghitungan untuk Januari-Agustus 2026 telah menggunakan data final dan berstatus angka tetap.

“Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng dalam penyampaian Rilis BPS, Kamis 1 Oktober 2026.

Kenaikan produksi juga tercermin dari luas panen padi pada periode tersebut. BPS mencatat luas panen Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Luas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” kata Ateng.

Produksi padi tersebut turut menopang produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. Produksi beras Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Dengan demikian untuk produksi beras pada kondisi Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujarnya.

Capaian produksi tersebut berlangsung di tengah tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino. Potensi El Nino dengan intensitas kuat dapat meningkatkan risiko kekeringan dan memengaruhi ketersediaan air bagi pertanian.

Pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi tetap berjalan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengelolaan air dan optimalisasi pompanisasi di wilayah yang menghadapi keterbatasan air.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat dukungan kepada petani dalam menghadapi tantangan produksi. Pemerintah juga berupaya menjaga ketersediaan air untuk memastikan aktivitas pertanian tetap berjalan.

“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” ucap Amran.

Ateng menjelaskan capaian produksi Januari-Agustus 2026 telah berstatus angka tetap. Sementara produksi September-November 2026 masih berstatus angka potensi dan produktivitasnya masih berupa angka sementara.

Perkembangan produksi pada periode berikutnya masih dapat berubah mengikuti kondisi pertanaman di lapangan. Perubahan cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, hingga perubahan waktu panen dapat memengaruhi realisasi produksi.

Berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) Agustus 2026, sejumlah wilayah sentra masih memiliki potensi panen September-November. Sentra tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Di Jawa Barat, potensi panen antara lain berada di Majalengka, Subang, Indramayu, Karawang, Cirebon, dan Bekasi. Sementara di Jawa Timur terdapat Ngawi, sedangkan sejumlah sentra Sulawesi antara lain Bone, Wajo, Sidenreng Rappang, Pinrang, Luwu, dan Banggai.

Dengan produksi padi mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus, produksi nasional masih menunjukkan pertumbuhan. Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga produksi dan produktivitas padi menghadapi tantangan iklim hingga akhir 2026.

You Might Also Like

Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang

Kadinsos Sumut Dorong Percepatan Digitalisasi Data Bansos

Kemenhub Siapkan Stimulus Pajak untuk Tekan Harga Tiket Pesawat Nataru

Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP Setiap Hari ke Seluruh Indonesia

Viral di Medsos !!! Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis SH MH Santuni Anak Yatim Pencari Cacing

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita October 5, 2026 October 5, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Lepas Jalan Sehat Spark Go To Campus, Wali Kota Medan Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi
Next Article Barcelona Pagari Pemain Bintangnya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Barcelona Pagari Pemain Bintangnya
OLAHRAGA
Lepas Jalan Sehat Spark Go To Campus, Wali Kota Medan Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi
PENDIDIKAN
Buku Nikah Anda Rusak Atau Hilang, Begini Cara Usunya, GRATIS !
NASIONAL
Keluarga Korban KM Virgo Diminta Tak Terus Menunggu di Pelabuhan
NASIONAL
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?