Jakarta,-Kebakaran hutan yang terjadi saat ini di Indonesia, termasuk di Pulau Sumatra mengancam habitat Gajah sangat serius. Kebakaran hutan menghilangkan sumber pakan, air, dan wilayah jelajah sehingga gajah semakin rentan menghadapi tekanan lingkungan dan manusia.
Ahli Kampanye Satwa Liar Senior (Senior Wildlife Campaigner) Geopix, Annisa Rahmawati, mengatakan. “Dampak dari kebakaran hutan kan hilangnya hutan dan terjadi fragmentasi (tercerai-berai, red),” ujarnya 23 September 2026.
Geopix adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang perlindungan lingkungan hidup. Lembaga ini berkedudukan di Sleman, Yogyakarta.
Kebakaran hutan mengakibatkan hilangnya tempat tinggal, fragmentasi habitat atau tercerai berainya gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus). Dia mengatakan, rusaknya habitat gajah akibat kebakaran hutan membuat satwa tersebut kehilangan ruang hidup dan ruang berkembang biak.
“Sumber pakan, sumber air menjadi hilang. Wilayah jelajah juga sangat berkurang dan itu akan mengancam dengan sangat berat,” ucapnya.
Populasi gajah di Indonesia sebagian besar terdapat di Pulau Sumatra dan sedikit di Kalimantan. Di pulau Jawa pada masa silam juga terdapat gajah, namun kini telah punah.
Jumlah gajah di Sumatra diperkirakan sekitar 1.500 ekor. Mereka tersebar di 17 kantong habitat yang sebagian besar berada di hutan konservasi.
Annisa melihat permasalahan tersebut bukan sekadar berhubungan erat dengan luas kawasan yang terbakar. Kebakaran hutan turut mengubah kondisi ekologis yang dibutuhkan gajah untuk bertahan hidup.
Ia menambahkan, terfragmentasinya habitat ini membuat ruang hidup gajah menjadi semakin terdesak. Kondisi itulah yang kemudian berdampak pada berbagai kebutuhan dasar satwa, termasuk ketersediaan makanan dan air.
Annisa berpandangan, pemadaman api perlu dilakukan bersamaan dengan pemulihan habitat satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Dia bahkan memperingatkan bahwa paparan asap beracun dari kebakaran bisa memperparah tekanan fisiologis pada gajah.
“Kita harus bersiap-siap dan harus berjibaku untuk memadamkan api kemudian bagaimana secara cepat memulihkan habitat-habitat satwa liar,” katanya.
Menurut Annisa, penyelamatan satwa membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, lembaga konservasi, serta dukungan berbagai pihak . Penegakan hukum, restorasi, serta pelaksanaan regulasi konservasi gajah diperlukan menghadapi dampak kebakaran dan fragmentasi habitat kini.

