By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG

Editor
Editor Published September 4, 2026
Share
SHARE

Jakarta,-Enam gunung api di Indonesia, tercatat mengalami erupsi secara bersamaan pada 31 Agustus 2026. PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan, erupsi tersebut tidak disebabkan oleh aktivitas satu gunung yang memicu gunung lainnya.

Fenomena erupsi enam gunung api yang terjadi pada tanggal yang sama ini, sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati menjelaskan, Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki 127 gunung api aktif.

“Kalau bahasa sederhananya, dapurnya itu masing-masing dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda. Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan di tanggal 31 Agustus,” kata Rita dalam keterangan persnya, Kamis, 3 September 2026.

Enam gunung api tersebut adalah:

• Gunung Ibu di Maluku Utara

• Gunung Semeru di Jawa Timur

• Gunung Lewotobi Laki-Laki Nusa Tenggara Timur (NTT)

• Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT)

• Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

• Gunung Sinabung di Sumatra Utara.

Rita juga menegaskan, masyarakat tidak perlu langsung mengaitkan aktivitas erupsi dengan setiap kejadian gempa bumi. Menurutnya, gempa tektonik tidak secara otomatis menyebabkan gunung api mengalami erupsi.

“Hubungan antara gempa dan erupsi harus dibuktikan melalui perubahan atau lonjakan data pemantauan internal gunung api. Karena itu, kesamaan waktu antara gempa dan erupsi tidak dapat langsung dijadikan bukti bahwa keduanya saling berkaitan,” ucap Rita.

Di tengah erupsi sejumlah gunung api tersebut, aktivitas Gunung Sinabung di Sumatra Utara mengalami peningkatan. PVMBG menaikkan, status Gunung Sinabung dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB.

Kenaikan status tersebut, dilakukan setelah Gunung Sinabung menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak. Masyarakat pun, diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut, berlaku sejak 2 Juli 2026, dengan erupsi pada 31 Agustus 2026 menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 200 meter.

Aktivitas Anak Krakatau juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat pesisir Banten dan Lampung mengenai kemungkinan terjadinya tsunami. Menanggapi hal itu, PVMBG mengimbau masyarakat tidak panik karena erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta menyebabkan tsunami.

PVMBG meminta masyarakat tetap mengikuti rekomendasi bahaya yang telah ditetapkan untuk setiap gunung api. Khusus Gunung Sinabung, masyarakat diminta mengosongkan zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Selain ancaman material vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan. Ancaman tersebut terutama berada di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari kawasan puncak gunung.

You Might Also Like

Kapolri Suyudi Paparkan Pengamanan 1,16 Ton Ketamin dari Kapal MT Global 168 di Belawan

Tak Ada Klarifikasi, Forum Jurnalis & Advokat Sulsel Resmi Lapor Fenny Frans ke Polda Sulsel, Begini Masalahnya !!!

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia

Ancaman Karhutla Belum Berakhir, BMKG Prediksi Cuaca Kering hingga 24 Oktober

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 4, 2026 September 4, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Fabregas Dinobatkan Jadi Pelatih Terbaik Serie A
Next Article Pemerintah Akan Hentikan Impor Garam pada 2029
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Tak Hanya Terbitkan Surat Edaran Larangan Vape, Gubsu Bobby Instruksikan Satpol PP Bantu Pemberantasan Narkoba
Medan
Atasi Sampah Menumpuk, Rico Waas Siapkan 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah
Medan
Aduan Pasien BPJS Ditolak, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin
Medan
Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?