By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: BRIN Ciptakan Membran Filtrasi Air dari Limbah Botol Plastik PET
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
TEKNOLOGI

BRIN Ciptakan Membran Filtrasi Air dari Limbah Botol Plastik PET

berita
berita Published June 15, 2026
Share
SHARE

Jakarta,-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi membran berbahan dasar limbah botol plastik PET (polyethylene terephthalate) untuk pengolahan air limbah dan pemurnian air sungai. Inovasi ini menjadi solusi ganda, yakni mengurangi pencemaran sampah plastik sekaligus menghasilkan teknologi filtrasi air yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Peneliti Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Badrut Tamam Ibnu Ali, mengatakan selama ini, membran komersial berbahan keramik maupun polimer memiliki performa yang baik, tetapi harganya relatif mahal. “Karena itu, kami mencoba menggabungkan dua persoalan menjadi satu solusi, yaitu memanfaatkan limbah botol plastik menjadi material membran berbasis ekonomi sirkular dan ramah lingkungan,” kata Badrut saat diwawancara Tim Humas BRIN, Senin, 8 Juni 2026.

Ia mengungkapkan limbah botol plastik PET dipilih karena merupakan jenis plastik sekali pakai yang jumlahnya sangat besar dan banyak ditemukan di lingkungan. Melalui pendekatan rekayasa material, plastik tersebut diolah menjadi membran filtrasi yang dapat dimanfaatkan untuk menjernihkan air sungai maupun limbah industri.

Pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan PDAM untuk mengembangkan penerapan membran dalam pengolahan air baku sungai. Dengan teknologi ini, proses pengolahan air dapat dibuat lebih sederhana karena mampu mengurangi tahapan konvensional seperti sedimentasi dan koagulasi.

“Melalui teknologi membran, air sungai dapat langsung difiltrasi sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien,” ia mengungkapkan.

Dalam proses pembuatannya, botol plastik PET dihancurkan menjadi potongan kecil, kemudian dilarutkan menggunakan pelarut organik hingga membentuk larutan polimer. Larutan tersebut selanjutnya dicetak menggunakan metode phase inversion hingga terbentuk lembaran membran berlapis dengan ketebalan sekitar 0,19 mm.

“Membran yang dihasilkan memiliki struktur berlapis dan dapat digunakan untuk menyaring air sungai maupun limbah cair tertentu. Ketebalan membran bisa diatur sesuai kebutuhan aplikasi,” ia menjelaskan.

Teknologi membran ini telah diuji untuk pengolahan air sungai dengan karakteristik awal yang belum memenuhi standar baku mutu air layak pakai berdasarkan Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Sebelum filtrasi, air sungai memiliki tingkat kekeruhan sebesar 440 NTU, TDS 506 ppm, TSS 793 ppm, COD 17,05 ppm, dan BOD 6,94 ppm.

Setelah melalui proses filtrasi menggunakan membran berbahan limbah plastik PET, kualitas air mengalami peningkatan signifikan. Tingkat kekeruhan turun menjadi 1,42 NTU, TDS menjadi 374 ppm, TSS menjadi 37 ppm, COD menjadi 2,45 ppm, dan BOD menjadi 1,24 ppm.

Hasil tersebut telah memenuhi standar baku mutu air layak pakai, yakni kekeruhan maksimal 25 NTU, TDS 1000 ppm, TSS 1000 ppm, COD 10 ppm, dan BOD 2 ppm.

Selain itu, teknologi ini juga telah diaplikasikan terhadap air limbah dari industri elektroplating yang mengandung ion chromium (VI) dan menghasilkan fluks 200 Lm-2h-1 bar−1 serta rejeksi 70 persen.

Selain pengolahan air sungai, riset ini juga diarahkan untuk aplikasi pengolahan limbah industri, termasuk industri elektroplating, industri batik, dan industri lain yang menghasilkan limbah cair berbahaya bagi lingkungan.

Badrut menyebut, keunggulan utama inovasi ini terletak pada biaya produksinya yang sangat rendah dibandingkan membran komersial. Satu botol plastik PET dapat dimanfaatkan menjadi beberapa lembar membran filtrasi.

“Kalau membran keramik harganya bisa mencapai jutaan rupiah per meter persegi, sementara bahan baku membran kami berasal dari limbah botol plastik yang praktis tidak memiliki nilai ekonomi. Ini menjadi solusi sangat murah sekaligus ramah lingkungan,” katanya.

Ke depan, ia dan tim terus meningkatkan performa membran, terutama pada aspek fluks aliran dan selektivitas penyaringan. Salah satu pendekatan yang dilakukan ialah penambahan nanopartikel untuk meningkatkan kemampuan membran dalam menyaring partikel tertentu secara lebih optimal.

Badrut berharap inovasi ini dapat mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengurangan limbah plastik, penyediaan air bersih, serta pengembangan teknologi berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.

“Kami terus berkomitmen melakukan riset yang berdampak dan ramah lingkungan. Tidak hanya untuk mengatasi masalah limbah, tetapi juga menghasilkan teknologi yang murah dan kinerja yang baik bagi masyarakat,” ujarnya. 

You Might Also Like

Wujudkan Bansos Tepat Sasaran, Kemensos Gunakan Pemindai Wajah Bagi Penerima Bantuan

Ai dan Sensor Bakal Digunakan untuk Kurangi Risiko Kecelakaan di Perlintasan

realme C100 Buka Era Baru Daya Tahan Ekstrem dengan 8000mAh Durable Champion, Siap Rilis 7 Mei

Siloam Hospitals TB Simatupang Buka Layanan Bedah Plastik dengan Standar Korea Selatan

Roblox dan YouTube Belum Taati Aturan Perundang Undangan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita June 15, 2026 June 15, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Biaya Konstruksi Naik, Penyesuaian Harga Rumah Subsidi Dikaji
Next Article Menteri PU Siapkan Solusi Jangka Panjang untuk Tanjakan Kedabuhan Aceh-Sumut
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Trail of The Kings UTMB 2026 Berakhir Sukses, Sumut Tegaskan Diri sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia
Medan
Isu Bobby Nasution Main Di Nasional, Ketum PAN Zulhas: Kami Pendukung Pertama
POLITIK
Bobby Nasution Sebut Ketum PAN Zulhas Banyak Mengajarkannya Berpolitik
POLITIK
Hadiri Milad ke-109, Wali Kota Medan Puji Kemandirian dan Kekuatan Gerakan Perempuan Aisyiyah Kota Medan
Medan
- Advertisement -
June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« May    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?