Jakarta ,-PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyalurkan 1.096.988 ton bahan bakar minyak (BBM) nasional. Volume tersebut menunjukkan komitmen kuat badan usaha milik negara dalam menjaga kelancaran rantai pasokan.
Penyaluran komoditas energi ini juga melengkapi catatan kinerja angkutan barang sepanjang tahun 2025 lalu. Perusahaan perkeretaapian tersebut sukses mengangkut sebanyak 2.655.780 ton energi minyak pada periode tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan peranan penting kereta api dalam perekonomian. Badan usaha ini menjalin kerja sama strategis bersama Pertamina Group untuk layanan angkutan bahan bakar.
“Kereta api menjadi salah satu moda yang mendukung distribusi energi dalam jumlah besar secara terjadwal. Melalui kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan BBM sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik,” ujar Anne.
KAI berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk kelancaran operasional. Laporan kinerja angkutan barang tersebut dirilis secara resmi pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
KAI berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pasokan bahan bakar minyak bersubsidi tersebut didukung penuh oleh pihak PT Pertamina Patra Niaga.
Berdasarkan data monitoring per 5 Juni 2026, KAI memperoleh kuota subsidi sebesar 214.342.000 liter. Realisasi penggunaan bahan bakar bersubsidi hingga periode tersebut dilaporkan telah mencapai angka 95.394.629 liter.
Jumlah konsumsi tersebut setara dengan 44,51 persen dari keseluruhan total alokasi kuota yang tersedia. Adapun sisa cadangan kuota bahan bakar minyak bersubsidi saat ini tercatat sebesar 118.947.371 liter.
Konsumsi terbesar diserap untuk keperluan operasional kereta api penumpang yaitu mencapai sebanyak 85.220.668 liter. Sementara alokasi penggunaan terbesar kedua diserap oleh layanan angkutan peti kemas sebesar 7.254.124 liter.
Selanjutnya sektor angkutan barang parcel tercatat telah mengonsumsi bahan bakar bersubsidi sebanyak 1.541.672 liter. Sementara itu angkutan semen menyerap sebanyak 1.148.414 liter disusul sektor klinker sebesar 229.751 liter.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen berkelanjutan dalam menjaga distribusi. Pemanfaatan armada moda transportasi berbasis rel tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengiriman komoditas energi.
“KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina Group, BPH Migas, SKK Migas, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung ketahanan energi nasional. Melalui layanan transportasi yang andal, KAI berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Kapasitas daya angkut armada kereta api yang sangat besar membantu menjaga kelancaran pasokan logistik nasional. Sistem pengiriman barang tersebut juga dinilai jauh lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan untuk masa depan.

