Jakarta,-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kesiapsiagaan di tingkat daerah menjadi langkah penting. Guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir.
“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut,” ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu 24 Maret 2026 malam.
Menurutnya, dampak cuaca ekstrem dengan durasi hujan yang panjang telah terlihat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan banjir yang merendam 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu.
Meski genangan banjir di Blora dilaporkan berangsur surut, BNPB mengingatkan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih sangat dinamis. Di satu sisi, sejumlah daerah masih berpotensi diguyur hujan lebat, sementara wilayah lain mulai memasuki musim kemarau.
Advertisement
Karena itu, BNPB meminta kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Tetapi juga terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD, pemerintah daerah, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Menurut BNPB, langkah antisipasi sejak dini dan respons cepat dari seluruh unsur pemerintah serta masyarakat menjadi kunci utama. Agar meminimalkan risiko dan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana.

