By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Indonesia Diminta Perkuat Skrining
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Indonesia Diminta Perkuat Skrining

berita
berita Published May 19, 2026
Share
SHARE

Jakarta ,-Wabah Ebola kembali menjadi perhatian dunia setelah WHO menetapkan status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Penetapan itu dilakukan karena meningkatnya risiko penyebaran lintas negara.

‎Peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, menilai dunia kini semakin rentan menghadapi wabah penyakit. Kerusakan lingkungan disebut memperbesar ancaman munculnya virus berbahaya.

‎“Dunia ini tidak sehat dan ekosistem makin rusak,” ujar Dicky Budiman, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin, 18 Mei 2026. Ia mengatakan virus dari hewan, kini mulai mencari inang baru pada manusia.

‎Menurut Dicky, Ebola sebenarnya bukan virus baru dalam dunia kesehatan global. Virus itu sudah ditemukan sejak dekade 1970-an di Afrika.

‎Namun, strain Ebola yang kini menyebar dinilai lebih mengkhawatirkan. Wabah terbaru justru muncul di kota dan pusat transportasi internasional.

‎“Dulu biasanya muncul di desa atau dekat hutan,” kata Dicky Budiman. Kini, kasus ditemukan di wilayah dengan mobilitas manusia sangat tinggi.

‎Ia menjelaskan kondisi itu membuat risiko penyebaran lintas negara semakin besar. Karena itu, WHO menetapkan status Public Health Emergency of International Concern atau PHEIC

‎Menurut Dicky, status PHEIC menunjukkan ancaman Ebola harus ditangani serius dunia internasional. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut belum masuk kategori pandemi global.

‎Dicky menyebut Indonesia tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kasus impor. Pengawasan di bandara dan pintu masuk internasional dinilai sangat penting.

‎“Sistem skrining harus berjalan terus selama 24 jam,” ujar Dicky Budiman. Ia meminta pemerintah memastikan deteksi dini tetap optimal.

‎Meski begitu, Dicky menilai risiko penularan meluas di Indonesia masih rendah. Ebola dinilai berbeda dengan Covid-19 yang penularannya sangat cepat.

‎Ia juga mengingatkan masyarakat tidak memberi stigma terhadap warga Afrika. Menurutnya, wabah Ebola tidak berkaitan dengan ras atau kelompok tertentu.

You Might Also Like

BMKG Deteksi 2.671 Titik Panas di Sumatra, Riau Capai 235 Hotspot

Jatanras Polres Asahan Ungkap Praktik Judi Online di Bagan Asahan, 8 Orang Diringkus

Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG

Duarr !!! Pabrik Sabun di Seimangke Meledak & Terbakar, 3 Pekerja Tewas Nekad Melompat dari Lantai 6, Begini Ceritanya !!!

Ngeri Boss !!! Tiap Hari Kemacetan Menumpuk di Jembatan Gantung Kota Bangun

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita May 19, 2026 May 19, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Kemlu RI Kecam Israel Tangkap WNI di Kapal Global Sumud Flotilla
Next Article Soal Rangkap Jabatan Pj Sekdaprov, Pemprov Sumut Tegaskan Tak Langgar Aturan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Tanah Warga Diserobot Pengusaha FPI Datangi Polres Tebing Tinggi, Ini Tujuannya !!!
HOME KRIMINAL
Klub Argentina Beri Penghormatan Terakhir untuk Messi
OLAHRAGA
Nyambi Edarkan Narkoba, Oknum Kepling di Medan Ditangkap Polisi, 2 Pod Getar dan Ekstasi Disita
KRIMINAL
Nyambi Edarkan Ekstasi, Kepling di Medan Polonia Ditangkap Polisi, 600 Butir Pil Disita
KRIMINAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?