Jakarta,-KAI Services mengingatkan seluruh masyarakat agar mewaspadai modus penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan perusahaan tersebut. KAI Services tidak memungut biaya apa pun dalam proses seleksi bagi para pencari kerja di Indonesia.
Pengumuman ini bertujuan melindungi masyarakat dari kerugian finansial akibat tindakan manipulasi oleh oknum tertentu. Salah satu modus penipuan yang kini sangat marak dilakukan pelaku adalah melalui skema rekrutmen siber atau cyber recruitment.
Pelaku memanfaatkan kebutuhan mendesak para pelamar kerja untuk mendapatkan keuntungan pribadi secara ilegal dan menipu. Vice President Corporate Secretary Kereta Api Indonesia (KAI) Services Ixfan Hendri Wintoko menjelaskan rincian mengenai pendaftaran resmi.
“Untuk informasi mengenai semua lowongan kerja di KAI Services, para pencari kerja diimbau untuk mencari informasi lengkap dan detail mengenai persyaratan dan proses rekrutmen dengan mengunjungi website resmi karir.reska.id atau media sosial resmi RMU Career di Instagram melalui akun @rmu.career,” ujar Ixfan, Selasa, 12 Mei 2026.
“Untuk para pencari kerja, pastikan membaca seluruh kualifikasi yang tercantum dan apply lowongan pekerjaan sesuai dengan lokasi domisili dimana para pelamar kerja tinggal.” katanya.
Pelamar bernama Sugi Ahmadi memberikan testimoni mengenai pengalamannya saat mencari informasi lowongan kerja secara daring di internet. Ia mendapatkan keterangan valid mengenai posisi yang dibutuhkan setelah mengakses akun media sosial resmi milik perusahaan.
“Dari informasi di sosial media tersebut jelas tertera semua informasi persyaratan secara detail yang menjadi panduan untuk saya apply menjadi calon prama di KAI Services,” ujar Sugi.
Para pencari kerja diminta waspada jika diminta menyetorkan uang sebelum mengikuti tahapan seleksi masuk kerja. KAI Services menegaskan segala bentuk pungutan uang adalah indikasi kuat adanya aksi penipuan tenaga kerja.
Masyarakat dapat melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal komunikasi resmi yang telah disediakan pihak perusahaan perkeretaapian. Keamanan data pribadi para pelamar tetap menjadi prioritas utama bagi manajemen dalam menjalankan setiap proses rekrutmen.

